Seantero.id, JAKARTA – Peringatan hari jadi (Milad) biasanya identik dengan hura-hura, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih jalan berbeda pada usianya yang ke-24. Momentum tahun ini dijadikan sebagai ajang pembuktian kontribusi nyata partai terhadap isu-isu krusial yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, terutama mengenai kemandirian ekonomi keluarga.
Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, menegaskan bahwa momentum tahun ini adalah titik balik transformasi partai: dari sekadar seremoni menjadi gerakan nyata menghadapi ancaman krisis global. Fokus utama yang diusung dalam perayaan kali ini adalah membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan yang dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga.
Dalam acara 2+4 Hour Live Stream Puncak Milad ke-24 yang disiarkan via PKS TV pada Minggu (26/4/2026) di Jakarta, Almuzzammil menyoroti bayang-bayang krisis pangan dan energi yang kian nyata di depan mata. Alih-alih hanya bicara kebijakan makro di atas kertas, PKS mendorong para kadernya untuk memulai solusi dari halaman rumah sendiri. Salah satu gerakan yang ditekankan adalah kemandirian pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan sempit.
“Kita ingin membantu pemerintah dan masyarakat bersiap siaga jika krisis ini berkepanjangan. Caranya? Dengan gerakan konkret, seperti memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan. Inilah esensi Milad kita: menjadi gerakan nyata bagi masyarakat,” ujar Almuzzammil Yusuf dalam pidatonya pada Minggu (26/4/2026) di Jakarta.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Almuzzammil menyoroti dinamika global seperti potensi penutupan Selat Hormuz yang bisa memicu lonjakan harga minyak dunia. Menurutnya, partai ingin menjadi bagian dari solusi nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi dan energi di tengah ketidakpastian tersebut. Sejak menakhodai partai pada Juni 2025, ia tercatat sudah “maraton” mengunjungi 28 dari 38 provinsi di Indonesia untuk menangkap sinyal keresahan rakyat.
“Persoalan ekonomi adalah tantangan utama rakyat saat ini. Karena itu, PKS hadir bukan untuk sekadar bicara, tapi membawa inovasi,” tambahnya. Sebagai bagian dari perayaan Milad ke-24, berbagai pameran inovasi juga ditampilkan, mulai dari produk pangan lokal hingga prototipe energi terbarukan. Melalui pendekatan ini, partai berharap dapat memberikan dampak positif yang langsung menyentuh kebutuhan dapur masyarakat. “Semoga kami bisa terus memberikan yang terbaik dan menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (Sen)









