Seantero.id, KEDIRI – Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, meskipun Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pihaknya tengah melakukan evaluasi buntut maraknya kasus tersebut beberapa waktu lalu.
Terbaru, sejumlah siswa di Kota Kediri mengalami keracunan usai menyantap menu MBG, hingga harus mendapatkan perawatan medis.
Hingga Jumat (24/4/2026), tercatat ada 69 siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1 yang diduga mebjadi korban keracunan menu MBG.
Dalam keterangannya, Kepala Bappeda yang juga Sekretaris Satgas Percepatan MBG Kota Kediri, Ferry Djatmiko. Menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan di laboratorium, makanan yang diberikan pada para siswa tersebut mengandung bakteri E Coli.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri E Coli, ini adalah sinyak bahwa standar kelayakan makanan telah terabaikan,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Koordinator SPPG Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra. Menyebut pihaknya menemukan pelanggaran SOP di dapur pengolahan.
“Kami menemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” jelasnya.
Buntut kejadian keracunan menu MBG tersrbut, operasional SPPG Tempurejo resmi dihentikan sementara. Seluruh distribusi makanan tersebut kini dialihkan ke titik lain untuk memastikan program tersebut tetap berjalan.(Dd)









