Seantero.id, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, membuka ruang dialog bersama puluhan jurnalis dalam suasana santai di Hotel Claro, Samarinda, Kamis (23/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat komunikasi sekaligus memperkuat peran media dalam pembangunan daerah.
Dalam diskusi tersebut, Rudy mengajak insan pers untuk turut berkolaborasi membangun Kalimantan Timur melalui penyebarluasan informasi yang konstruktif dan menyejukkan bagi masyarakat.
“Saya berharap teman-teman media di Kaltim membantu menciptakan suasana yang sejuk, baik untuk masyarakat daerah maupun nasional,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik tetap dibutuhkan sebagai bagian dari fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Bahkan, ia mengaku terbuka terhadap masukan yang disampaikan media.
“Saya senang berdialog dengan wartawan. Silakan koreksi kalau saya salah, tapi jangan sampai kesalahan itu dibesar-besarkan,” lanjutnya.
Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai mata dan telinga pemerintah dalam memastikan kebijakan berjalan sesuai harapan masyarakat. Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah dan media dapat terus terjaga.
Selain mendorong penyampaian kritik, Rudy juga meminta media tidak ragu menyampaikan hal-hal positif yang terjadi di daerah. Ia menilai keseimbangan informasi penting agar publik mendapatkan gambaran utuh.
“Sampaikan walaupun pahit, tapi kalau ada yang baik, juga harus disampaikan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Rudy turut menanggapi isu pembatasan wartawan saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah membatasi kebebasan pers.
“Untuk pengamanan aksi, itu menjadi kewenangan aparat keamanan. Pemerintah tidak pernah membatasi kerja jurnalistik,” katanya.
Ia pun mengingatkan agar kerja-kerja jurnalistik tetap mengedepankan etika dan mematuhi aturan hukum yang berlaku.
“Kita harapkan, hubungan antara pemerintah dan media di Kalimantan Timur semakin solid,” tutupnya. (Bey)









