Seantero.id, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerapkan strategi ganda dalam menekan angka kemiskinan, yakni melalui bantuan sosial bagi warga rentan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat usia produktif.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang agar penanganan kemiskinan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi.
Menurutnya, kelompok masyarakat yang sudah tidak produktif, seperti lansia dan warga yang tidak mampu bekerja, tetap menjadi prioritas penerima bantuan langsung dari pemerintah.
Namun, bagi masyarakat yang masih memiliki kemampuan bekerja, Pemkab Kukar mendorong mereka untuk masuk dalam program pemberdayaan, salah satunya melalui “Kukar Siap Kerja”.
“Selama masyarakat masih punya keinginan untuk bekerja, pemerintah akan hadir membantu mencarikan peluang,” ujarnya, Selasa (21/4).
Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga memperkuat program pendukung seperti klinik wirausaha mandiri serta pengembangan sektor ekonomi kreatif untuk membuka sumber penghasilan baru di tengah masyarakat.
Dalam upaya memperluas akses kerja, pemerintah daerah juga mengubah konsep bursa kerja menjadi program berkelanjutan bertajuk “Job Fair Everyday”. Program ini dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih efektif melalui sistem berbasis data.
Melalui mekanisme tersebut, pencari kerja cukup menginput data diri dan keterampilan, sementara perusahaan menyampaikan kebutuhan tenaga kerja. Sistem kemudian akan mencocokkan keduanya.
Bagi masyarakat yang belum memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, pemerintah akan mengarahkan ke program pelatihan yang datanya terintegrasi dalam sistem.
Di sisi lain, sektor produktif seperti pertanian dan peternakan juga terus didorong sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi kemiskinan.
“Yang terpenting, masyarakat punya sumber penghasilan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Bey)









