Seantero.id, JAKARTA – Integritas kepemimpinan di tingkat daerah kini menjadi sorotan utama pemerintah pusat. Mendagri Muhammad Tito Karnavian memberikan peringatan keras kepada seluruh pimpinan wilayah untuk menjauhi praktik korupsi dan menghentikan pemborosan anggaran. Hal ini dilakukan demi menjaga martabat institusi serta memastikan kepercayaan publik tetap terjaga di tengah keterbukaan informasi saat ini.
Dalam sebuah forum pertemuan resmi, Mendagri menekankan bahwa efisiensi pengelolaan keuangan negara adalah kunci keberhasilan pembangunan. Ia menilai bahwa citra seorang pejabat sangat rentan rusak jika terlibat dalam masalah hukum atau penggunaan dana yang tidak tepat sasaran. Situasi ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak buruk pada persepsi masyarakat terhadap seluruh jajaran pemerintah daerah.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengingatkan para kepala daerah pentingnya menjaga integritas dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan daerah demi menjaga kepercayaan publik. Hal ini disampaikan Mendagri saat menyikapi masih adanya kasus korupsi dan pemborosan anggaran yang berpotensi memengaruhi citra kepala daerah secara luas.
“Tolonglah teman-teman kepala daerah, ini menjaga betul diri masing-masing, membuat kebijakan juga. Karena terutama dari kasus korupsi dan kasus inefisiensi. Dua ini, korupsi sama inefisiensi, pemborosan,” kata Tito dalam keterangannya di forum APEKSI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Tito menjelaskan bahwa di era digital, narasi negatif lebih mudah menyebar dibandingkan prestasi. Ketika muncul kabar mengenai operasi tangkap tangan atau penggunaan anggaran yang mubazir, dampaknya bisa sangat masif. Hal ini berujung pada menurunnya tingkat kepercayaan antara daerah dan pusat, yang nantinya bisa menyulitkan koordinasi administratif terkait dana transfer daerah seperti DAU, DAK, maupun DBH.
“Nah, oleh karena itu, ini masalah persepsi, di samping kita memperbaiki tentunya. Memperbaiki untuk betul-betul hati-hati terhadap praktik koruptif,” ujarnya di hadapan para peserta forum.
Meski demikian, Tito tetap mengapresiasi para pemimpin daerah yang telah berinovasi dan bekerja secara jujur. Ia mendorong agar setiap daerah lebih aktif mempublikasikan capaian positif mereka agar tidak tertutup oleh berita miring. Dengan komunikasi yang transparan dan tata kelola yang bersih, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin solid demi kesejahteraan masyarakat luas. (Sen)









