Produksi Ikan Tangkap PPU Naik, Dinas Perikanan Targetkan 6.740 Ton di 2026

Ilustrasi kapal nelayan. (Ist)

Seantero.id, PENAJAM – Sektor perikanan tangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren positif. Produksi ikan tangkap pada 2025 tercatat mencapai 6.672 ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 6.606 ton.

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, menyebut kenaikan tersebut menjadi indikator membaiknya produktivitas nelayan di wilayah pesisir PPU.

“Produksi ikan tangkap tahun lalu mengalami peningkatan,” ujarnya, Minggu (19/4).

Optimisme itu berlanjut di tahun ini. Pemerintah daerah menargetkan produksi ikan tangkap bisa menembus 6.740 ton. Untuk mengejar target tersebut, berbagai program dukungan terus digulirkan, termasuk bantuan alat tangkap dan mesin kapal bagi nelayan.

“Tahun ini juga kita alokasikan anggaran untuk bantuan mesin kapal dan alat tangkap, agar hasil tangkapan nelayan semakin meningkat,” jelasnya.

Selain peningkatan produksi, Pemkab PPU juga menyiapkan langkah strategis dalam jangka panjang dengan mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurut Andi, keberadaan KNMP nantinya diharapkan mampu memperkuat ekosistem perikanan tangkap sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Kami berharap usulan ini disetujui KKP, karena program tersebut diyakini bisa mendorong peningkatan produksi ikan tangkap,” katanya.

Dengan garis pantai mencapai 272 kilometer, PPU dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor perikanan, terutama dalam mendukung kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Saat ini, tercatat sekitar 2.902 nelayan aktif di PPU yang tergabung dalam 367 kelompok. Mereka didukung oleh 2.505 unit kapal nelayan dengan berbagai ukuran.

“Sebagai daerah penyangga IKN, potensi perikanan kita sangat besar, baik tangkap maupun budidaya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga