Seantero.id, SURABAYA – Langkah inovatif terus diambil oleh Pemkot Surabaya dalam menjaga ketertiban kota tanpa harus menguras anggaran daerah secara berlebihan. Kali ini, pemerintah kota resmi menjalin kolaborasi strategis dengan sektor swasta untuk memperluas jangkauan pengawasan digital. Pemkot Surabaya menggandeng 70 pengusaha guna mengintegrasikan kamera pengawas atau CCTV yang berada di kawasan jalan-jalan protokol utama.
Upaya ini bertujuan untuk memperketat pemantauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di berbagai ruang publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga. Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah ada, efisiensi pemantauan diharapkan bisa meningkat secara signifikan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan solusi cerdas dalam manajemen kota. “Saat ini kami bekerja sama dengan perkantoran dan mal untuk bisa mengakses CCTV yang berada di luar ruangan, sehingga pemerintah kota tidak perlu melakukan pengadaan baru,” ujar Eddy saat memberikan keterangan di Surabaya pada Sabtu (18/4/2026).
Integrasi ini difokuskan pada kamera milik pihak swasta yang posisinya menghadap ke arah jalan raya utama dan jalur pedestrian. Eddy menyebutkan bahwa puluhan pelaku usaha tersebut tersebar di lokasi strategis, mulai dari Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Ahmad Yani. “Kemarin ada sekitar 70 pengusaha atau perkantoran dan toko yang sudah kami kumpulkan untuk mendukung akses CCTV ini,” tambahnya.
Meski mendapatkan akses ke jaringan swasta, pihak dinas memberikan jaminan mengenai privasi internal perusahaan. Eddy menegaskan bahwa akses yang diminta oleh Pemkot Surabaya hanya terbatas pada area publik saja. “Kami tidak meminta akses yang mengarah ke dalam ruangan, hanya yang mengarah ke jalan dan area publik,” tuturnya dengan tegas.
Keberadaan sistem yang saling terhubung ini memungkinkan aparat memberikan respons yang jauh lebih cepat terhadap berbagai potensi gangguan. Bahkan, akses tersebut juga nantinya akan dibuka bagi pihak kepolisian. “Melalui CCTV ini, kami bisa memantau langsung kamtibmas, termasuk kejadian di jalan maupun aktivitas parkir. Nanti kepolisian juga bisa mengakses, sehingga bisa melakukan gerak cepat ketika terjadi peristiwa di masyarakat,” ucap Eddy.
Proyek ambisius ini ditargetkan mulai berjalan pada Mei mendatang. Pihak dinas berharap dalam kurun waktu maksimal tiga bulan, sistem tersebut sudah bisa diakses secara optimal dan terintegrasi penuh. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, Surabaya diharapkan menjadi kota yang semakin aman dan nyaman bagi seluruh penghuninya. (Sen)









