Anggarkan Rp12 M Untuk Porprov Kaltim, KONI PPU Butuh “Bapak Asuh”

Ketua KONI PPU, Arfan. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara terang-terangan membutuhkan keterlibatan pihak ketiga melalui skema “Bapak Asuh” dalam mendukung pembiayaan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.

Ketua KONI PPU, Arfan mengungkapkan, hingga saat ini belum ada kepastian penggunaan skema tersebut. Namun, opsi itu tetap terbuka jika kemampuan anggaran pemerintah daerah dinilai belum mencukupi.

“Kalau pemerintah mampu membiayai penuh, tentu tidak masalah. Tapi kalau belum, kami berharap ada fasilitasi dari bupati untuk menggandeng perusahaan-perusahaan sebagai Bapak Asuh,” ujar Arfan, Jumat (16/4).

Menurutnya, kehadiran Bapak Asuh akan sangat membantu untuk menekan beban anggaran. Perusahaan yang terlibat dapat berkontribusi dalam pembinaan maupun pembiayaan kebutuhan cabang olahraga tertentu.

“Kalau ada yang siap jadi Bapak Asuh, tentu sangat membantu. Jadi biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar,” katanya.

Sementara itu, usulan anggaran sebesar Rp12 miliar yang diajukan KONI masih berstatus proposal dan belum final. Besaran bantuan yang akan diterima baru bisa dipastikan pada pembahasan anggaran perubahan.

“Rp12 miliar itu masih usulan. Nanti kita lihat di perubahan anggaran, mudah-mudahan bisa dibantu sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Porprov Kaltim VIII Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Menjelang pelaksanaan, KONI PPU juga telah menyiapkan program pemusatan latihan (training camp/TC) yang akan digelar sekitar satu bulan hingga dua pekan sebelum pertandingan.

“TC akan kita lakukan mendekati pelaksanaan, supaya kondisi atlet benar-benar siap saat bertanding,” ucapnya.

Dalam hal pembinaan atlet, KONI PPU tetap memprioritaskan putra daerah. Meski demikian, regulasi masih memperbolehkan adanya atlet “cabutan” atau mutasi, dengan syarat berasal dari dalam wilayah Kalimantan Timur.

“Kalau mutasi atlet itu boleh, tapi hanya dalam lingkup Kaltim. Misalnya dari Samarinda pindah ke PPU itu bisa,” terangnya.

Terkait target, KONI PPU memasang ambisi menembus empat besar. Optimisme ini mengacu pada hasil babak kualifikasi sebelumnya serta adanya perubahan komposisi atlet di sejumlah daerah pesaing.

“Kita targetkan masuk empat besar. Persaingan utama tentu dari Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Tapi kami optimistis bisa bersaing,” tegasnya.

Ia juga menilai PPU memiliki peluang lebih besar karena sejumlah atlet senior dari daerah lain yang sebelumnya mendominasi tidak lagi bisa tampil akibat batasan usia di beberapa cabang olahraga.

“Banyak atlet senior yang dulu berprestasi sekarang sudah tidak bisa ikut lagi. Ini jadi peluang bagi atlet-atlet muda kita untuk tampil,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga