PPU Siapkan 1.000 Kontingen, 46 Cabor Siap Tempur di Porprov Kaltim 2026

Kontingen asal PPU pada ajang POPDA 2025. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke VIII Tahun 2026 di Kabupaten Paser pada November mendatang. Dari total 64 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, PPU akan mengikuti 46 cabor dengan kekuatan penuh.

Ketua KONI PPU, Arfan menyebutkan, seluruh atlet yang akan diturunkan telah dipersiapkan sejak jauh hari. Adapun jumlah kontingen terdiri dari 671 atlet, 139 official, 117 pelatih, 54 manager, serta tambahan panitia pendamping kontingen dan pengurus.

“Kalau kita gabungkan atlet, pelatih, dan official itu kurang lebih sekitar 980 orang, kurang lebih 1.000 termasuk panitia maupun pengurus,” ujar Arfan saat ditemui, Jumat (17/4).

Meski memiliki sekitar 60 cabang olahraga yang terdaftar di daerah, tidak semuanya bisa ikut dalam Porprov. Hal ini disebabkan adanya persyaratan wajib mengikuti babak kualifikasi (BK) sebagai tiket menuju Porprov.

“Ada sekitar 14 cabor yang tidak ikut karena tidak mengikuti babak kualifikasi. Sebagian besar terkendala anggaran, karena saat BK kemarin pembiayaan masih ditanggung masing-masing cabang olahraga,” jelasnya.

Ia menegaskan, babak kualifikasi menjadi penentu utama bagi setiap cabor untuk bisa tampil di Porprov. Tanpa mengikuti tahapan tersebut, otomatis tidak bisa lolos ke ajang utama.

Meski demikian, hasil babak kualifikasi sebelumnya menjadi modal optimisme bagi PPU. Dalam ajang tersebut, PPU mampu meraih cukup banyak medali dan menunjukkan peningkatan performa.

“Kalau mengacu pada hasil BK kemarin, kita cukup optimistis karena banyak meraih medali, bahkan bisa dibilang masuk jajaran juara umum,” katanya.

Sebagai perbandingan, pada Porprov sebelumnya di Berau, PPU hanya mampu finis di peringkat delapan. Minimnya anggaran saat itu membuat partisipasi cabor sangat terbatas.

“Waktu Porprov di Berau, kita sangat minim cabor yang ikut karena anggaran hampir tidak ada. Semua lebih banyak ditangani oleh Dispora, sehingga kita tidak maksimal,” ungkapnya.

Untuk Porprov 2026, KONI PPU mengajukan anggaran sekitar Rp12 miliar kepada pemerintah daerah. Skema pendanaan masih menunggu keputusan, apakah melalui hibah langsung ke KONI atau dikelola melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) PPU.

“Kita sudah ajukan sekitar Rp12 miliar. Nanti tergantung kebijakan pemerintah, apakah melalui KONI atau Dispora yang mengelola,” jelasnya.

Ia menilai anggaran tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan kontingen, terutama karena lokasi pertandingan relatif dekat sehingga tidak membutuhkan biaya transportasi besar.

“Kalau prediksi kami, anggaran itu cukup. Apalagi lokasi tidak terlalu jauh, jadi biaya transportasi bisa ditekan dibanding daerah lain,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga