Seantero.id, JAKARTA – Semangat solidaritas negara-negara Asia-Afrika kembali bergelora di markas banteng. Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri, terpantau hadir dalam agenda penting untuk memperingati momentum bersejarah 70 Tahun KAA (Konferensi Asia-Afrika). Kehadiran Presiden ke-5 RI ini menjadi simbol penguatan nilai-nilai kebangsaan dan peran internasional Indonesia di mata dunia.
Sejak siang hari, suasana di lokasi acara sudah tampak sangat rapi dan penuh dengan nuansa sejarah. Megawati didampingi oleh sejumlah pengurus pusat partai untuk merayakan pencapaian besar yang pernah dirintis oleh sang ayah, Bung Karno, puluhan tahun silam. Kehadiran beliau kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan membawa misi refleksi atas tantangan geopolitik yang sedang melanda dunia saat ini.
Berdasarkan laporan di lapangan, Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri mendatangi Sekolah Partai PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), untuk menghadiri peringatan 70 Tahun KAA 1955. Megawati tampak didampingi Ketua DPP PDI-P Bintang Puspayoga. Kedatangannya disambut hangat oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI-P Ahmad Basarah, serta Wasekjen PDI-P Yoseph Aryo Adhi Dharmo.
Setibanya di lokasi, Megawati langsung meninjau lorong masuk Sekolah Partai yang dihiasi catatan sejarah tokoh-tokoh Konferensi Asia-Afrika. Beliau terlihat membaca satu per satu dokumentasi yang dipajang, mulai dari profil Proklamator RI Soekarno, hingga para pemimpin dunia seperti Jawaharlal Nehru dari India, U Nu dari Myanmar, dan John Kotelawala dari Sri Lanka.
Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, mengonfirmasi peran utama sang Ketua Umum dalam acara besar tersebut. “Beliau akan menyampaikan sebagai keynote speaker pada sekitar jam 13.30 WIB nanti,” kata Hasto di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026).
Menurut Hasto, peringatan 70 Tahun KAA ini digelar sebagai refleksi atas semangat Dasasila Bandung serta untuk memperkuat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika dalam menghadapi tantangan geopolitik global saat ini. Melalui acara ini, PDI-P ingin menegaskan kembali bahwa diplomasi yang kuat harus berakar pada sejarah yang kokoh. Semangat perdamaian dunia yang lahir dari Bandung diharapkan terus menjadi kompas bagi arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan. (Sen)









