Perkuat Kerjasama Pertahanan, Indonesia dan AS Bahas Usulan Izin Melintas Udara

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon, Amerika Serikat. (Kemhan)

Seantero.id, JAKARTA – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) di bidang pertahanan memasuki babak baru yang lebih intens. Pemerintah kedua negara baru saja menyepakati peningkatan status kemitraan militer yang disebut Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama keamanan di kawasan Indo-Pasifik semakin solid dan berkelanjutan.

Meski kemitraan terus menguat, terdapat satu poin usulan dari pihak Washington yang masih dikaji secara mendalam oleh Jakarta. Indonesia masih mempertimbangkan Letter of Intent (LoI) Overflight Clearance yang diusulkan oleh Amerika Serikat (AS), meski tidak masuk dalam peningkatan kerjasama pertahanan MDCP yang disepakati oleh kedua negara. Usulan terkait izin melintas di ruang udara ini memerlukan peninjauan yang cermat dari berbagai aspek kedaulatan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, memberikan penjelasan resmi mengenai posisi pemerintah. ”Terkait Letter of Intent (LoI) Overflight Clearance, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan usulan dari pihak Amerika Serikat yang selanjutnya menjadi bahan pertimbangan internal Pemerintah Indonesia,” ungkap Rico di Jakarta pada Selasa (14/4/2026).

Rico menegaskan bahwa proses kajian ini dilakukan dengan sangat hati-hati demi menjaga kedaulatan NKRI. ”Dokumen tersebut tidak bersifat mengikat (non-binding) dan tidak otomatis berlaku, serta masih memerlukan pembahasan lebih lanjut melalui mekanisme teknis dan prosedur nasional yang berlaku,” tambahnya. Menurutnya, setiap langkah diplomasi pertahanan dengan AS harus memberikan manfaat nyata tanpa mengurangi kemandirian politik luar negeri bebas aktif.

Di sisi lain, pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon membuahkan hasil positif lainnya. Kerja sama MDCP yang disepakati mencakup pembangunan kapasitas militer, pendidikan profesional, hingga latihan operasional bersama.

”Kerja sama ini menandakan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita,” kata Pete Hegseth. Menanggapi hal itu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan komitmen Indonesia untuk terus menjalin hubungan yang saling menguntungkan. ”Kami bekerja sama atas nama saling menghormati dan saling menguntungkan,” ucap Sjafrie. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan bagi kedua negara di masa depan. (Sen)

Share it:

Baca Juga