Pemkab PPU Bakal Siapkan 8 Bus Sekolah bagi Pelajar Kurang Mampu

Ilustrasi bus sekolah di wilayah PPU. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Dalam rangka mendukung kemudahan program belajar mengajar bagi para pelajar di lingkungan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah melalui dinas perhubungan (Dishub) berencana mengadakan bus sekolah gratis.

Rencana pengadaan bus sekolah ini ditegaskan tidak akan menggantikan ataupun mematikan transportasi umum seperti angkutan kota (angkot). Program ini justru difokuskan untuk membantu akses pendidikan bagi pelajar, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Andi Sunra Satriadi Sumaryo, menjelaskan bahwa gagasan tersebut merupakan bagian dari program “PPU Cerdas” yang diinisiasi oleh Bupati PPU.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kemudahan akses pendidikan.

“Keinginan pak bupati saat audiensi itu, bus sekolah bukan untuk mematikan atau menggantikan angkot. Ini murni untuk membantu adik-adik kita yang membutuhkan akses transportasi ke sekolah,” ujarnya, Senin (13/4).

Menurut Andi, bus sekolah akan diperuntukkan bagi pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, bahkan mahasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah kampus seperti Gunadarma dan Universitas Terbuka di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menegaskan, layanan ini menyasar pelajar yang benar-benar layak menerima bantuan, terutama dari sisi ekonomi. Dengan adanya fasilitas transportasi gratis atau berbiaya sangat rendah, diharapkan tidak ada lagi pelajar yang kesulitan berangkat ke sekolah.

“Ini untuk mem-backup mereka supaya bisa terus sekolah, meningkatkan SDM, dan membantu yang ekonominya kesulitan agar tetap mendapat akses pendidikan,” jelasnya.

Rencana operasional bus sekolah ini diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2027. Dari usulan awal sebanyak delapan unit, kemungkinan hanya satu hingga dua unit yang dapat direalisasikan pada tahap awal.

Adapun rute yang direncanakan meliputi jalur Penajam–Waru–Babulu serta Penajam–Sepaku, yang dianggap sebagai wilayah dengan kebutuhan akses transportasi pelajar cukup tinggi.

Untuk pembiayaan, Andi menyebutkan ada opsi dukungan dari dana pendidikan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sementara pemeliharaan akan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dishub, bagian kesejahteraan rakyat (Kesra), serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

“Ini khusus untuk pelajar, jadi tidak akan mengganggu angkot. Silakan angkot tetap berjalan seperti biasa,” tandasnya.

Dengan hadirnya program ini, pemerintah daerah berharap dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM di PPU secara berkelanjutan. (Bey)

Share it:

Baca Juga