Seantero.id, MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini tengah berupaya merajut kembali harmoni pascapelantikan pejabat struktural tertinggi di birokrasi daerah. Setelah sempat menjadi perbincangan hangat, pihak Pemprov NTB secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyudahi perdebatan mengenai posisi Sekretaris Daerah (Sekda) yang kini sudah bersifat definitif sesuai dengan surat keputusan Presiden.
Langkah ini diambil agar dinamika politik yang ada tidak menghambat jalannya roda pemerintahan. Sebaliknya, seluruh elemen diharapkan bisa mengubah energi yang sebelumnya terpakai untuk berpolemik menjadi dorongan kuat guna mendukung agenda pembangunan di berbagai sektor. Kehadiran pejabat baru diharapkan menjadi mesin penggerak yang membawa perubahan positif bagi kesejahteraan warga di Bumi Gora.
Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, memberikan penjelasan resmi di Mataram pada Sabtu (11/4/2026). Ia mengajak masyarakat untuk bersatu dan memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah. “Pemerintah NTB menghargai harapan dan kritik masyarakat sebagai bentuk partisipasi publik dalam memastikan arah pembangunan tetap berada pada jalur yang benar,” ujarnya.
Menurut Ahsanul, perbedaan pandangan sebaiknya diarahkan menjadi energi positif untuk mendukung pembangunan daerah. Ia menilai bahwa dinamika yang terjadi merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi, namun tidak perlu berlarut-larut karena NTB memiliki banyak agenda besar ke depan. “Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. NTB adalah rumah bersama,” katanya menambahkan.
Struktur pemerintahan saat ini dinilai telah lengkap dan siap bekerja maksimal. Sebelumnya, tepat pada Kamis, 9 April 2026, Abul Chair resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTB. Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur ini diharapkan membawa angin segar bagi manajemen internal pemprov.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, memberikan analogi menarik mengenai posisi krusial ini. Beliau mengibaratkan jabatan Sekda yang kini diemban Abul Chair menyerupai seorang Chief Executive Officer (CEO) dalam sebuah perusahaan. Hal ini dikarenakan perannya yang sangat strategis sebagai pengendali utama urusan internal birokrasi dalam level pemerintahan. Dengan kepemimpinan yang baru, Pemprov NTB optimis dapat mewujudkan kesejahteraan bersama lewat kerja sama tim yang solid antara pemerintah dan masyarakat. (Sen)









