Seantero.id, JAKARTA – Usai gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), proses evaluasi pun terus dilakukan secara mendalam.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. Dalam keterangannya mengatakan bahwa kebijakan penarikan pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon tidak menjadi opsi yang diambil untuk saat ini.
Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan menarik pasukan TNI yang tergabung UNIFIL, meski 3 prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon tersebut.
“Tidak tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan ke luar. Dan saya rasa Bapak Panglima TNI kemudian Menteri Luar Negeri sangat tegas mengenai semua prajurit kita yang berada di luar negeri dan dalam negeri ya,” ungkap Teddy Indra Wijaya, 10 April 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Seskab menerangkan bahwa partisipasi negara Indonesia dalam misi perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi yang harus tetap dijalankan.
Dalam penjelasannya ia menyinggung isi Undang-Undang Dasar pada alinea ke empat, sebagai landasan utama pengiriman pasukan yang dimaksud.
“Jadi saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa Undang-Undang pembukaan alinea empat,” ujarnya Teddy.
“Jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada,” jelasnya.
Ia pun menginformasikan bahwa Panglima TNI dan Menteri Luar Negeri RI terus melakukan pemantauan situasi, dan memastikan perlindungan maksimal bagi para prajurit TNI yang masih bertugas di zona konflik.
Saat ini, pemerintah RI tetap berkomitmen menjalankan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas global melalui pengiriman pasukan perdamaian sesuai mandat internasional, meskipun sebelumnya 3 prajurit TNI gugur dan beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka dalam misi perdamaian tersebut.(Dd)









