Seantero.id, KEDIRI – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026 mulai menjadi perbincangan hangat. Salah satu nama besar yang mencuat sebagai kandidat lokasi kegiatan adalah Pesantren Lirboyo. Meski dukungan dari berbagai kiai sepuh terus mengalir, pihak pesantren menegaskan bahwa otoritas penuh tetap berada di tangan PBNU.
Hingga saat ini, keluarga besar pesantren di Kediri tersebut masih bersikap pasif namun tetap membuka diri terhadap amanah organisasi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sendiri saat ini masih fokus merapikan administrasi kepengurusan sebelum menentukan titik koordinat pelaksanaan forum tertinggi warga Nahdliyin tersebut.
Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, menyatakan masih menunggu keputusan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terkait usulan pesantren setempat menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. “Keputusan resmi tentu kita semua menunggu hasil dari konferensi besar yang menurut informasi akan dilaksanakan pada bulan April ini,” kata Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Haji Abdul Muid Shohib di Kediri, Jumat (10/4/2026).
Kiai Muid juga menyampaikan apresiasi kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kiai Haji Nurul Huda Djazuli, yang telah mengusulkan Lirboyo. Namun, ia menekankan bahwa diskusi internal belum dilakukan secara mendalam. “Sampai saat ini, karena belum ada permintaan resmi, pihak Lirboyo juga belum pernah secara khusus membahas hal tersebut dalam forum internal,” tuturnya.
Meski begitu, jika nantinya PBNU memberikan mandat, Lirboyo menyatakan kesiapannya, apalagi mereka memiliki sejarah sukses menggelar acara serupa pada tahun 1999. “Melihat besarnya kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap jamiyah Nahdlatul Ulama, apabila nantinya benar-benar ditunjuk dan dipercaya, insyaallah Lirboyo siap untuk melaksanakan amanah tersebut,” tambah Abdul Muid. Ia meyakini sarana dan prasarana saat ini sudah sangat memadai.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menjelaskan bahwa penentuan lokasi masih dalam tahap pengkajian. Gus Ipul berencana melakukan safari ke berbagai ulama sepuh untuk meminta petunjuk. “Nanti setelah itu, saya biasanya akan lanjut sowan pada beberapa ulama, khususnya kiai-kiai sepuh, seperti ke Ploso, Lirboyo, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Fuad Sidogiri, dan beberapa lagi yang lain untuk mohon doa restu,” ungkapnya dalam kesempatan terpisah.
Keputusan final mengenai apakah Pesantren Lirboyo akan kembali menjadi saksi sejarah Muktamar NU akan segera terjawab setelah rapat organisasi mendatang. (Sen)









