Kunjungi Kupang, Wapres Gibran Puji Hasil Tani Lokal yang Sukses Suplai Program MBG

Wapres Gibran saat temui kelompok tani di Kupang. (KOMPAS.com)

Seantero.id, KUPANG – Keberhasilan sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur kembali mendapat sorotan positif dari pemerintah pusat. Dalam kunjungan kerjanya ke Kupang, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi tinggi terhadap produktivitas para petani lokal. Hal ini dikarenakan komoditas pangan yang dihasilkan kini telah memiliki jalur distribusi yang jelas, yakni untuk mendukung program nasional.

Wapres Gibran secara khusus memuji sejumlah kelompok tani di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, setelah mendengar laporan bahwa hasil tani garapan mereka disalurkan untuk menjadi bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah setempat. Sinergi ini dianggap sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memastikan asupan nutrisi bagi masyarakat terpenuhi dari sumber pangan lokal.

Dalam rangkaian agenda di Kupang, Senin (6/4/2026), pria yang akrab disapa Mas Wapres ini menemui Komunitas Petani Millenial, Kelompok Tani Pemuda Sulamanda, hingga Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih di Agroeduwisata GMIT Tarus. “Tadi saya lihat hasil tani sudah disuplai untuk MBG. Jadi kan untuk offtaker-nya sudah jelas, ya, nanti digunakan untuk MBG, termasuk yang perikanan ini disuplai juga,” kata Wapres Gibran dalam sesi dialog yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Meski memuji capaian tersebut, pemerintah menyadari masih ada hambatan teknis di lapangan. Salah satu petani, Nathalie Marlinche, mengungkapkan kendala terkait keterbatasan air dan alat kerja manual di Desa Mata Air pada Senin (6/4/2026). “Yang pertama, yaitu terkait penyediaan air untuk kami menyiram. Biasanya kami menggunakan dengan cara airnya dipikul. Kemudian yang kedua, yaitu terkait proses pengelolaan lahan yang dimana kami juga masih menggunakan alat sederhana seperti pacul,” ujar Nathalie.

Merespons hal itu, Gibran langsung menginstruksikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk segera mencari solusi. Beliau menekankan pentingnya modernisasi alat agar kualitas panen tetap terjaga. “Jadi nanti PR kita, Pak Gubernur, ya, kita akan tambah alat-alatnya sesuai kebutuhan. Kita nggak bisa lagi pakai tenaga, alat-alat manual, nanti kerja keras kita terbuang,” tegasnya.

Di akhir kunjungannya, Gibran mengingatkan bahwa penguatan pangan adalah instruksi langsung dari Presiden. “Bapak, Ibu, sekarang kan fokusnya Pak Presiden ada swasembada pangan dan swasembada energi. Jadi Pak Presiden pesan ke kita, produksi pertanian itu benar-benar ingin digenjot,” tutupnya. (Sen)

Share it:

Baca Juga