Seantero.id, BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan kini berada di ujung tanduk. Tim kebanggaan masyarakat Kota Beriman ini tengah terjebak dalam situasi pelik di zona playoff degradasi Liga 2. Menghuni papan bawah dengan koleksi 17 poin dari 23 laga, skuad Beruang Madu wajib menyapu bersih poin di sisa musim jika tak ingin terlempar ke kasta Liga 3.
Saat ini, Persiba terpaut selisih dua poin dari PSIS Semarang yang berada di zona aman. Tantangannya pun tak main-main, dari empat laga tersisa, tiga di antaranya adalah laga tandang yang krusial.
Persiba dijadwalkan akan melakoni tur tandang menghadapi Kendal Tornado FC dan Barito Putera, sebelum akhirnya kembali ke Balikpapan untuk menjamu PSS Sleman. Laga penutup musim akan dilangsungkan di markas Deltras Sidoarjo.
Kondisi kian tidak menguntungkan karena tiga dari empat calon lawan Persiba tersebut merupakan penghuni papan atas yang sedang berambisi mengamankan tiket promosi ke Liga 1. Kehilangan fokus sedikit saja bisa menjadi lonceng kematian bagi eksistensi Persiba di Liga 2.
Meski berada di bawah tekanan hebat, pelatih kepala Leonard Tupamahu menolak untuk menyerah. Mantan bek tangguh nasional ini tetap memelihara optimisme tinggi terhadap anak asuhnya.
“Saya sangat optimis melihat peluang kita untuk tetap bertahan. Tidak ada kata lain, pemain harus tampil dengan semangat berkobar, fight, dan fokus penuh. Setiap laga sisa adalah final; kita harus ambil poin penuh,” ucap Leo.
Leo mengakui, persiapan timnya musim ini jauh dari kata ideal. Ia bahkan mengisyaratkan adanya persoalan internal yang menghambat performa tim, namun ia memuji ketangguhan mental para pemainnya.
“Persiapan memang tidak ideal, tapi saat melawan Persipura kemarin, saya melihat anak-anak punya mental yang luar biasa. Siapa pun yang diturunkan harus siap bertarung habis-habisan,” tambahnya.
Catatan merah dari kekalahan dramatis saat menjamu Persipura di Stadion Batakan pekan lalu menjadi pelajaran berharga. Kehilangan poin akibat gol di menit-menit akhir menunjukkan kerapuhan fokus yang tidak boleh terulang.
“Saya harap kita bisa lebih efektif dalam menyelesaikan peluang dan lebih solid dalam bertahan. Itulah kunci jika kita ingin tetap bertahan di Liga 2 musim depan,” tandas Leo. (Bey)









