Seantero.id, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Wakil Kepala nya, Nanik Sudarti Deyang. Menanggapi peristiwa kasus dugaan keracunan yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) di Duren Sawit, Jakarta Timur, usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang. Menyampaikan permohonan maafnya terkait terjadinya peristiwa keracunan 72 siswa SD di kawasan Jakarta Timur tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” kata Nanik S Deyang.
Pihaknya memastikan akan bertanggung jawab menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa yang menjadi korban kejadian tersebut.
“Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” tuturnya.
Nanik menegaskan bahwa BGN akan mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) tersebut.
“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegasnya.
Setelah dilakukan peninjauan lebih lanjut, diketahui bahwa pemicu keracunan menu MBG di SD di Duren Sawit tersebut adalah terletak pada proses pembuatan makanannya.
Hasil temuan di lapangan tersebut disampaikan kembali oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus.
“Sudah tinjau lapangan langsung, sehingga juga SPPG yang melakukan, ternyata itu adalah pembuatan makanannya yang terlalu lama,” ungkap Wamenkes, Benjamin Paulus Octavianus, di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan.
Keracunan yang dialami 72 siswa SD di Duren Sawit Jakarta tersebut menambah daftar kasus keracunan MBG yang terjadi di Tanah Air. (Dd)









