Mentan Andi Amran Sulaiman Optimis Cadangan Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton Bulan Ini

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (agronews.id)

Seantero.id, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim yang tidak menentu. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan kabar baik mengenai ketersediaan pangan pokok masyarakat. Ia memproyeksikan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akan mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai angka 5 juta ton pada periode April 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk mitigasi terhadap potensi risiko El Nino yang dapat mengganggu produktivitas lahan padi di berbagai daerah. Dengan mempertebal stok di gudang-gudang Bulog, pemerintah berharap stabilitas harga di pasar tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan aman tanpa rasa khawatir akan kelangkaan.

“Sekarang ini capaian kita, stok kita hari ini 4,4 juta ton, insyaAllah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Ini kebanggaan di saat krisis kondisi ekonomi dunia, pertanian tampil untuk mitigasi risiko, menstabilkan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Mentan Amran melalui keterangan tertulis pada Sabtu (4/4/2026) di Jakarta.

Sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran menjelaskan bahwa stok saat ini setara dengan 169 persen dari kebutuhan bulanan nasional. Selain beras, stok pangan lain seperti jagung (168 ribu ton), gula (49 ribu ton), dan minyak goreng (121 ribu kiloliter) juga dalam kondisi aman.

Penguatan ini tidak hanya bertumpu pada pusat. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebutkan bahwa pemerintah daerah (Pemda) juga wajib memiliki simpanan pangan sendiri. Saat ini, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) di tingkat kabupaten/kota telah mencapai 14.169,03 ton yang tersebar di 322 wilayah.

“Cadangan pangan tidak hanya disiapkan oleh pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah juga wajib memiliki cadangan pangan. Ini akan memeratakan stok dan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi kondisi apapun,” ujar Ketut pada Sabtu (4/4/2026). Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan cadangan terbesar, yakni mencapai 2.790,9 ton di tingkat kabupaten/kota.

Melalui kolaborasi antara pusat dan daerah dalam meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) serta distribusi pupuk yang tepat sasaran, pemerintah optimis Indonesia mampu melewati tantangan iklim tahun ini. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan pangan nasional agar tetap kokoh di masa depan. (Sen)

Share it:

Baca Juga