Seantero.id, MEDAN – Sektor usaha kecil kini mendapatkan angin segar untuk terus berkembang di pasar digital. Dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi dan transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Lazada Indonesia bersama Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan menyelenggarakan pelatihan bertajuk ‘UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Medan’ di Karibia Boutique Hotel, Medan.
Acara ini mencerminkan komitmen Lazada dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku UMKM setelah berbagai tantangan, sekaligus mempercepat adopsi teknologi digital. Pelatihan satu hari ini mencakup sesi edukatif seperti strategi berjualan online dan teknik fotografi produk guna meningkatkan daya tarik serta daya saing UMKM di pasar digital.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Dalam sambutannya pada Sabtu (28/3/2026) di Medan, ia menekankan pentingnya sinergi untuk membuka lapangan kerja baru. “Pelaku UMKM harus berani memasarkan produknya, memahami strategi penjualan, dan memanfaatkan platform digital agar bisa berkembang dan naik kelas,” ucap Rico. Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang terkendala perencanaan dan pemasaran, sehingga pelatihan ‘UMKM Bangkit’ ini menjadi solusi yang tepat.
Sebanyak 100 pelaku UMKM dari sektor fesyen hingga kriya ikut serta mendalami pengelolaan toko online. “Kami memahami bahwa pemanfaatan platform digital menjadi kunci bagi UMKM untuk bangkit dan berkembang. Melalui pelatihan ini, Lazada berkomitmen untuk tidak hanya membantu UMKM masuk ke ekosistem digital, tetapi juga memastikan mereka mampu mengoptimalkan potensi bisnisnya secara berkelanjutan,” ujar Yovan Sudarma, Vice President Government Affairs Lazada Indonesia.
Dukungan juga datang dari pusat. Deputi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengapresiasi langkah ini sebagai penggerak ekonomi di Sumatra Utara. Menurutnya, transformasi ke ranah internet bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan pokok agar tetap relevan.
“Transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan agar UMKM tetap relevan. Dengan dukungan pelatihan dan kolaborasi dengan Lazada seperti ini, kita berharap pelaku UMKM semakin siap beradaptasi, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Riza Damanik. Melalui inisiatif ‘Naik KeLaz’, diharapkan produk unggulan Medan semakin kompetitif dan mampu meningkatkan performa penjualan secara konsisten di platform e-commerce. (Sen)









