Tragedi KM Anaya Terbakar di Laut Maluku: 20 ABK Terjebak, 5 Orang Dilaporkan Terluka

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu anak buah kapal (ABK) KM. Anaya yang terbakar di perairan Laut Maluku (Dok. Damkara via detikcom)

Seantero.id, MANADO – Insiden memilukan menimpa sebuah kapal motor di perairan timur Indonesia. KM Anaya dilaporkan mengalami kebakaran hebat saat sedang melintasi kawasan Laut Maluku. Kapal yang membawa puluhan kru tersebut sempat berada dalam situasi mencekam sebelum bantuan dari tim penyelamat tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi medis.

Berdasarkan data manifestasi perjalanan, kapal tersebut tercatat mengangkut total 20 ABK. Api diduga pertama kali muncul dari bagian vital kapal, yang kemudian merambat cepat dan menyebabkan kepanikan di atas dek. Para awak kapal sempat berusaha memadamkan api secara mandiri, namun kuatnya kobaran membuat beberapa di antara mereka justru terpapar panas dan mengalami cedera serius.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu anak buah kapal (ABK) KM Anaya yang terbakar di perairan Laut Maluku dalam kondisi kritis. Jumlah ABK yang mengalami luka sebanyak 5 orang. Kondisi ini dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang yang memantau proses penyelamatan dari pusat koordinasi di Sulawesi Utara.

“Sudah kami dapat info jumlah korban ada 5 orang, (di antaranya) satu dalam kondisi kritis,” kata Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng saat dikonfirmasi pada Kamis (26/3/2026) di Manado.

Nuriadin menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari kapten kapal, kejadian kebakaran itu terjadi di ruang mesin kapal. Beberapa ABK berupaya memadamkan kobaran api. Namun, mereka menjadi korban setelah mengalami luka bakar. “Berdasarkan laporan kebakaran terjadi di ruang mesin kapal dengan jumlah 20 ABK berdasarkan manifesnya,” ungkapnya lebih lanjut.

Lokasi kecelakaan ini berada cukup jauh dari daratan utama. Nuriadin mengatakan posisi kejadian diperkirakan berada pada sekitar 87 mil laut arah timur laut dari Kantor SAR Manado dan 78 mil laut dari Unit Siaga SAR Bitung. Penanganan cepat sangat dibutuhkan mengingat kondisi salah satu korban yang memerlukan perawatan intensif segera.

Saat ini, fokus utama adalah membawa seluruh korban menuju fasilitas kesehatan terdekat. “Saat ini, kapal dilaporkan bergerak menuju Pelabuhan Bitung dengan kecepatan sekitar 6 hingga 7 knot,” jelas Nuriadin. Sebelumnya, dilaporkan terdapat 4 ABK yang mengalami luka bakar, dengan satu korban di antaranya menderita luka bakar berat yang sangat membutuhkan evakuasi medis darurat.

Pihak Basarnas dan instansi terkait terus memantau pergerakan kapal hingga bersandar di dermaga guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan lancar. Investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran di ruang mesin akan dilakukan setelah situasi benar-benar kondusif. (Sen)

Share it:

Baca Juga