Waspada Geopolitik Global, MPR Ingatkan Dampak Serius pada Fiskal dan Ketahanan Pangan Nasional

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI Johan Rosihan (SinPo.id)

Seantero.id, JAKARTA – Dinamika politik internasional yang kian tidak menentu menjadi perhatian serius lembaga legislatif. MPR RI mengeluarkan peringatan mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap gejolak geopolitik yang dapat menggoyang stabilitas ekonomi dalam negeri. Tekanan global ini dinilai mampu memberikan efek domino, mulai dari sektor keuangan hingga ketersediaan bahan pokok di meja makan masyarakat.

Pemerintah diminta untuk lebih cermat dalam mengambil langkah diplomatik. Sebab, setiap pergeseran relasi antarnegara akan berdampak langsung pada postur fiskal negara. Jika hubungan dengan mitra dagang terganggu, arus ekspor bisa terhambat yang berujung pada menurunnya pendapatan negara. Di sisi lain, ketergantungan pada bahan baku impor membuat sektor produksi dalam negeri menjadi sangat rentan.

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, memberikan catatan penting mengenai kondisi ini. Beliau menekankan bahwa setiap kebijakan harus dikalkulasi dengan matang agar tidak merugikan rakyat kecil. “Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI Johan Rosihan mengingatkan dinamika geopolitik global memiliki dampak langsung terhadap kondisi fiskal dan ketahanan pangan nasional sehingga setiap keputusan diplomatik harus mempertimbangkan risiko ekonomi secara komprehensif,” tegasnya di Jakarta pada Rabu (25/3/2026).

Johan menjelaskan bahwa gangguan hubungan internasional dapat berdampak pada sektor perdagangan, termasuk potensi penurunan ekspor akibat hambatan tarif maupun nontarif yang berimbas pada penerimaan negara dan stabilitas ekonomi. “Ketika hubungan dengan mitra strategis mengalami gangguan, dampaknya segera terasa pada sektor perdagangan,” ujarnya dalam keterangan resmi tersebut.

Masalah lain yang menghantui adalah ancaman terhadap sektor pangan. Gangguan rantai pasok global dapat memicu kenaikan harga pupuk dan teknologi pertanian. “Gangguan dalam hubungan internasional dapat berdampak langsung pada akses terhadap impor pangan strategis,” tambah Johan. Kondisi ini dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat luas jika tidak diantisipasi sejak dini.

Sebagai langkah jangka panjang, MPR mendorong penguatan produksi lokal dan diversifikasi kerja sama internasional. Kedisiplinan dalam mengelola anggaran negara menjadi kunci agar Indonesia memiliki daya tahan yang kuat. “Dengan pendekatan yang terukur dan seimbang, Indonesia diharapkan mampu menjaga independensi nasional tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Sen)

Share it:

Baca Juga