Sambut Arus Mudik, Terminal Samarinda Siapkan 67 Armada Bus

Terminal Bus Samarinda. (Ist)

Seantero.id, SAMARINDA – Persiapan arus mudik Lebaran di Terminal Tipe A Samarinda Seberang mulai dimatangkan. Sejak 13 Maret 2026, posko mudik gabungan telah dibuka dan dijadwalkan beroperasi hingga 30 Maret guna memastikan kelancaran serta keamanan perjalanan masyarakat.

Posko ini melibatkan unsur keamanan bersama petugas terminal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Terminal tersebut melayani rute antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Samarinda menuju Terminal Gambut Barakat, Kalimantan Selatan, dengan layanan pulang-pergi.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, mengungkapkan sebanyak 67 unit bus telah disiapkan untuk mendukung arus mudik dan arus balik. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding hari normal yang hanya mengoperasikan lima hingga enam unit bus per hari.

“Sekitar 67 unit bus disiapkan untuk arus mudik dan balik. Pada hari biasa hanya lima sampai enam unit yang beroperasi,” ujarnya, Rabu (18/3).

Ia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi sehari sebelum Idulfitri, yakni sekitar 20 Maret. Sementara pada hari H Lebaran, tidak ada jadwal keberangkatan, namun petugas tetap siaga untuk melayani kedatangan penumpang.

Saat ini, terdapat tiga perusahaan otobus yang melayani rute AKAP dari terminal tersebut. Pengoperasian armada bersifat fleksibel, menyesuaikan permintaan penumpang dengan jadwal yang dikeluarkan dari Balikpapan.

“Kalau ada permintaan, armada akan disesuaikan. Pada prinsipnya bus selalu siap,” jelasnya.

Untuk tarif, tiket perjalanan menuju Kalimantan Selatan dipatok sekitar Rp300 ribu, sedangkan rute melalui Batu Licin berkisar Rp330 ribu per penumpang.

Sejak posko mudik dibuka, jumlah keberangkatan mulai menunjukkan peningkatan. Guna menjamin keselamatan, petugas juga rutin melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check setiap hari.

Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi fisik bus, kelengkapan dokumen seperti izin operasional, kartu pengawasan, hingga bukti uji berkala kendaraan (KIR).

“Setiap hari dilakukan ramp check untuk memastikan semua armada yang beroperasi laik jalan,” tutup Yunita. (Bey)

Share it:

Baca Juga