Tega! Dua Anak Yatim di Pekanbaru Dijambret Usai Terima Santunan Lebaran Rp 1,5 Juta

Anggota DPRD Pekanbaru, Zulkardi saat membawa kedua korban beli baju Lebaran di salah satu mal (KOMPAS.com)

Seantero.id, PEKANBARU – Sebuah kejadian memilukan menimpa dua bocah malang di Kota Pekanbaru, Riau. Alim (10) dan adiknya Rama (8), yang merupakan anak yatim, menjadi korban kejahatan jalanan pada Selasa (17/3/2026). Uang santunan sebesar Rp 1,5 juta yang baru saja mereka terima untuk persiapan hari raya raib dibawa kabur pelaku.

Peristiwa ini bermula saat keduanya berjalan kaki pulang dari Masjid Al Ikhlas yang berlokasi di Jalan Unggas, Kecamatan Bukitraya. Saat itu, mereka baru saja mengikuti acara santunan dan membawa amplop berisi uang tunai. Namun, di tengah perjalanan menuju rumah yang berjarak sekitar 500 meter, keduanya didatangi oleh orang tak dikenal.

Berdasarkan keterangan dari Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, pelaku sempat berpura-pura mengajak bicara kedua bocah tersebut sebelum melancarkan aksinya. “Pelaku sempat nanya kepada korban dari mana dapat amplopnya. Terus dijawab korban dapat dari masjid,” ujar Zulkardi saat memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian.

Kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi Alim dan Rama. Niat tulus mereka untuk membantu sang ibu yang bekerja keras sebagai tukang masak di kantin seketika sirna. “Tadi Alim menangis menceritakan kejadian itu,” kata Zulkardi. “Dia sedih karena uangnya mau dibelikan baju Lebaran dan kasih ke ibunya. Ibu korban ini bekerja sebagai tukang masak di kantin,” tambahnya dengan nada prihatin.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat menanggapi laporan kasus anak yatim yang dijambret ini. Saat ini, kepolisian tengah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mengidentifikasi pelaku yang tega merampas uang senilai Rp 1,5 juta milik anak-anak tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius pada kasus ini. “Laporannya di Polsek Bukitraya. Masih proses penyelidikan. Kami akan bekerja maksimal, semoga pelaku segera tertangkap,” jelas Anggi, dikutip dari Kompas.com pada Rabu (18/3/2026) di Pekanbaru.

Zulkardi juga menegaskan bahwa pihak legislatif akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kita koordinasi dengan kepolisian bagaimana supaya pelaku cepat ditangkap,” ujarnya menutup pembicaraan. Masyarakat berharap pelaku dapat segera diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang sangat tidak manusiawi tersebut. (Sen)

Share it:

Baca Juga