Seantero.id, MEDAN – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh aksi nekat seorang oknum pelajar tingkat tinggi. Seorang mahasiswi berinisial RK (18) kini harus berurusan dengan pihak berwajib setelah tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu dalam jumlah yang sangat fantastis. Aksi penyelundupan ini digagalkan oleh personel kepolisian di sebuah penginapan di wilayah Sumatera Utara.
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran pelaku yang masih sangat muda dan berstatus sebagai pelajar aktif tersebut diduga tergiur oleh iming-iming materi. RK dijanjikan mendapatkan bayaran sebesar Rp 20 Juta jika berhasil mengantarkan barang haram tersebut ke tujuannya. Namun, pelarian mahasiswi asal Provinsi Aceh ini terhenti sebelum ia sempat menikmati hasil dari pekerjaan terlarangnya tersebut.
Kronologi penangkapan bermula saat tim kepolisian mendapatkan informasi akurat mengenai adanya pengiriman paket besar narkotika. Tanpa membuang waktu, petugas segera bergerak melakukan pengintaian di lokasi yang telah ditargetkan. Hasilnya, Polda Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 5 kilogram sabu di salah satu hotel di Kota Medan, Minggu (14/2/2026). Pelaku ditangkap tanpa perlawanan berarti sesaat setelah sampai di tempat kejadian perkara. Pelaku berinisial RK (18), seorang mahasiswi asal Provinsi Aceh, ditangkap saat berada di lobi hotel. Penangkapan ini membuktikan bahwa jaringan narkoba internasional kini mulai menyasar kalangan intelektual muda untuk dijadikan kurir lapangan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari pengembangan informasi masyarakat. Saat memberikan penjelasan resmi kepada awak media di markas kepolisian pada hari Rabu (18/3/2026), Andy membeberkan detail penangkapan tersebut.
“Yang bersangkutan kami tangkap di depan lobi, salah satu hotel di wilayah Medan, berikut barang buktinya,” ujar Andy dalam keterangan pers di Medan, Rabu (18/3/2026). Barang bukti berupa 5 kg sabu tersebut ditemukan tersimpan rapi untuk mengelabui pemeriksaan petugas.
Pihak kepolisian pun kini sedang mendalami siapa aktor intelektual di balik pergerakan RK. Petugas meyakini ada jaringan besar yang mengendalikan alur distribusi barang terlarang ini. “Kami juga menegaskan bahwa penyelidikan tidak berhenti pada penangkapan tersangka RK. Saat ini, petugas masih memburu pemasok narkoba dalam jumlah besar yang diduga memanfaatkan tersangka sebagai kurir dalam jaringan tersebut,” kata Andy secara tegas. (Sen)









