Pemkab Paser Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Hari Raya

Penjual daging ayam potong di Pasar Penyembolum (Senaken). (Berby/Seantero)

Seantero.id, PASER – Menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Paser memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, mengatakan sinergi lintas sektor sangat penting agar masyarakat tetap memperoleh bahan pangan berkualitas sekaligus pasokan energi yang memadai.

“Kita ingin memastikan Kabupaten Paser tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi salah satu penggerak sektor pangan di Kalimantan Timur,” ujarnya, Jumat (13/3).

Berdasarkan data pemerintah daerah, sejumlah komoditas pokok di Paser saat ini berada pada kondisi aman. Stok beras medium tercatat sekitar 1.500 ton, sedangkan beras premium mencapai 30 ton. Selain itu, terdapat tambahan sekitar 25 ton beras yang masih dalam proses pengiriman ke wilayah tersebut.

Cadangan gabah kering juga cukup melimpah dengan jumlah sekitar 6.000 ton dan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun.

Untuk komoditas lainnya, pemerintah daerah mencatat ketersediaan minyak goreng sekitar 5.000 liter dengan tambahan 80.000 liter yang masih dalam perjalanan. Sementara itu, stok gula mencapai 14 ton dan daging sapi beku sekitar 3.500 kilogram.

Ikhwan menambahkan, pada tahun 2025 Kabupaten Paser juga mencatat surplus beras sebesar 12.584 ton. Kondisi tersebut dinilai memperkuat posisi Paser sebagai salah satu daerah penopang kebutuhan pangan di Kalimantan Timur.

“Selain memenuhi kebutuhan daerah sendiri, Paser juga siap mendukung pasokan pangan untuk daerah lain melalui kerja sama antar daerah, termasuk untuk Kota Balikpapan,” jelasnya.

Di sektor peternakan, program Paser BERAKSI turut menunjukkan hasil positif. Produksi telur ayam ras di daerah itu meningkat signifikan hingga mencapai 2.328 ton atau naik sekitar 96 persen dibandingkan tahun 2024.

Capaian tersebut, menurut Ikhwan, membuat Kabupaten Paser kini mampu memenuhi kebutuhan telur secara mandiri.

“Dengan produksi tersebut, Paser sudah berada pada posisi swasembada telur,” katanya.

Selain sektor pangan, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan potensi perikanan di kawasan Desa Tanjung Aru sebagai pusat investasi ekonomi biru.

Ikhwan berharap rencana investasi dari Perum Bulog, khususnya pembangunan fasilitas pengering gabah (dryer) dan Rice Milling Unit (RMU), dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.

“Koordinasi ini penting agar masyarakat merasa tenang dan kebutuhan pokok tetap terpenuhi saat menyambut hari raya,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga