Seantero.id, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen mencetak generasi penerus yang unggul secara spiritual maupun intelektual. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi memberikan apresiasi tinggi kepada para pemenang Kompetisi Dai dan Daiyah Masa Depan Piala Gubernur tingkat pelajar SMA, SMK, dan MA se-Jakarta. Kehadiran para dai muda ini diharapkan mampu membawa angin segar dalam menyebarkan ajaran agama yang damai di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut, Rano menekankan pentingnya penguasaan teknik komunikasi bagi para pendakwah milenial. Menurutnya, tantangan zaman menuntut cara penyampaian yang lebih fleksibel namun tetap berpegang teguh pada tuntunan agama yang lurus.
“Melalui kompetisi dai dan daiyah ini, para pelajar didorong untuk mengasah kemampuan retorika dakwah sekaligus mengembangkan potensi diri agar mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman yang menyejukkan serta relevan dengan perkembangan zaman,” kata Rano Karno saat menyerahkan penghargaan kepada para peserta terbaik di Balai Kota, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Ajang ini bukan sekadar perlombaan musiman, melainkan wadah pembinaan jangka panjang bagi bakat-bakat religius di Jakarta. Melihat dampak positif dan antusiasme yang luar biasa, Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan kompetisi ini sebagai agenda rutin tahunan.
“Karena itu, saya sudah memerintahkan agar kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun. Ini menunjukkan besarnya antusiasme generasi muda Jakarta untuk belajar berdakwah dan berkontribusi menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Rano dengan penuh optimisme.
Lebih lanjut, tokoh yang akrab disapa Bang Rano ini mengingatkan bahwa esensi dari seorang pendakwah terletak pada keselarasan antara ucapan dan perbuatan. Di hadapan para audiens, ia menekankan bahwa integritas personal adalah kunci utama agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan tulus oleh publik.
“Dakwah yang baik bukan hanya terdengar di mimbar, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan kepedulian kepada sesama. Semoga ajang ini melahirkan generasi dai dan daiyah muda yang mampu menebarkan pesan-pesan Islami yang menyejukkan sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat,” ungkap Rano Karno di Balai Kota, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Melalui semangat ini, Jakarta diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pusat ekonomi, tetapi juga menjadi rumah bagi pemuda-pemudi yang aktif menyuarakan kedamaian. Pembentukan karakter melalui dakwah yang santun menjadi investasi penting bagi masa depan Indonesia yang lebih harmonis dan toleran. (Sen)









