Seantero.id, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto terus bergerak cepat dalam mematangkan strategi kedaulatan bangsa. Pada Senin malam, pemimpin negara mengumpulkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk membahas langkah besar dalam mewujudkan kemandirian energi nasional serta memastikan kesiapan stok pangan di tengah masyarakat.
Pertemuan penting ini berlangsung di kediaman Presiden, Hambalang, Bogor. Fokus utama diskusi tersebut adalah mengenai penguatan peran Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai motor penggerak ekonomi baru. Langkah ini diambil agar Indonesia tidak lagi bergantung pada sumber daya luar dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
“Presiden melangsungkan rapat terbatas terkait Perusahaan Mineral Nasional bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas berbagai agenda hilirisasi ke depan,” bunyi siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah, yang diunggah di akun media sosial @presidenrepublikindonesia, Senin (9/3/2026) malam.
Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa penguatan industri dalam negeri adalah kunci daya saing global. “(Tujuannya, red.) agar Indonesia mampu berkembang menjadi pusat produksi dan inovasi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional dan daya saing di tingkat global,” demikian instruksi Presiden Prabowo saat rapat di Hambalang, Senin malam.
Selain urusan energi, rapat ini juga menaruh perhatian serius pada kebutuhan pokok masyarakat. Terlebih, momen hari raya sudah semakin dekat. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kelangkaan yang terjadi selama masa mudik dan perayaan lebaran nanti.
“Pertemuan strategis ini difokuskan pada dua agenda utama pemerintah, yaitu: progres swasembada, mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan energi; kesiapan Idulfitri, memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Seskab Teddy dalam siaran resmi Sekretariat Presiden yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin malam.
Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri kunci. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tampak duduk tepat di sisi kiri Presiden. Sementara di seberangnya hadir Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto. Pejabat lain yang turut hadir antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Mentan Amran Sulaiman, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Tak hanya jajaran menteri, hadir pula Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, hingga Dirut PT Pindad dan Komisaris Pertamina Hasan Nasbi. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu mempercepat target pemerintah dalam mencapai kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. (Sen)









