Momen Nuzulul Quran, PDIP Jatim Santuni 500 Anak Yatim dan Soroti Konflik AS-Iran

Suasana Nuzulul Quran di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya. (KOMPAS.com)

Seantero.id, SURABAYA – DPD PDIP Jatim menggelar peringatan Nuzulul Quran dengan penuh khidmat di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, pada Kamis (5/3/2026). Agenda tahunan ini tidak hanya menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar-kader, tetapi juga menjadi momentum bagi partai untuk menunjukkan kepedulian sosial serta menyuarakan sikap terhadap stabilitas perdamaian dunia.

Dalam acara tersebut, kemeriahan terasa sangat menyentuh dengan kehadiran ratusan anak yatim yang diundang secara khusus. Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk penghormatan partai terhadap sesama.

“Kenapa PDIP Perjuangan mengundang anak yatim tadi disampaikan ada 500 anak yatim itu bukan karena kami memberikan berkah, bukan karna PDIP Perjuangan memberikan berkah, tapi kami semua ingin mendapatkan berkah dari anak-anak yatim kita,” kata Said dalam sambutannya di Surabaya, Kamis (5/3/2026). Ia juga menambahkan komitmen partai untuk menjaga tradisi ini. “Oleh karenanya marilah doakan bersama agar PDIP Jatim bisa melaksanakan setiap tahun sekali setiap Nuzulul Quran setidaknya-tidaknya InsyaAllah dalam kesempatan apapun kami akan selalu menempatakan ibu-ibu dan anak yatim di tempat terhormat bagi PDIP,” ujarnya.

Namun, di balik suasana religius tersebut, PDIP Jatim juga menyoroti situasi geopolitik global yang kian memanas, terutama Konflik AS-Iran dan Israel. Sekretaris DPD PDIP Jatim, Gus Wahab, menyampaikan keprihatinan mendalam atas ketegangan di Timur Tengah tersebut berdasarkan arahan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Kalau saya kan sesuai dengan instruksi dari Bu Mega, beliau itu menyesalkan terhadap konflik yang tengah terjadi antara Iran dengan Amerika dan Israel,” kata Gus Wahab, sapaan akrabnya. Menurutnya, tindakan serangan yang terjadi telah mencederai kedaulatan sebuah bangsa dan melanggar aturan internasional di bawah naungan PBB.

“Karena ya, mau tidak mau kan, isinya kan harga diri Iran sudah diinjak-injak oleh Israel dan Amerika yang enggak tahu apa-apa langsung nge-bom. Itu kan berarti kan melanggar konstitusi PBB,” terangnya lebih lanjut.

Peringatan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan harapan agar kedamaian senantiasa menyertai umat manusia. Said Abdullah menutup rangkaian acara dengan harapan tulus bagi seluruh hadirin. “Dan mudah-mudahan bahwa ini bukan Ramadhan terakhir bagi kita insyaAllah kita akan bertemu di Ramadhan tahun depan kita saling mendoakan panjang umur,” ucapnya. (Sen)

Share it:

Baca Juga