Kemenhaj PPU Pastikan Tak Ada Jemaah Umrah Tertahan Imbas Perang Iran

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten PPU. (Berby/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kekhawatiran akan dampaknya terhadap perjalanan ibadah umrah pun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten PPU memastikan hingga awal Maret 2026 belum menerima laporan adanya jemaah asal PPU yang mengalami kendala atau tertahan di Arab Saudi.

Staf Kasubag Tata Usaha Kemenhaj dan Umrah PPU, Andryan Muhammad Ikram, menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan biro perjalanan resmi di daerah.

Dari hasil koordinasi terakhir, belum ada informasi terkait gangguan keberangkatan maupun kepulangan jemaah.

“Untuk sementara belum ada laporan dari travel mengenai jemaah yang tertahan. Data yang masuk ke kami juga belum menunjukkan adanya masalah di lapangan,” ujar Andryan, saat ditemui Selasa (3/3).

Meski kondisi masih aman, Andryan mengakui bahwa pemerintah pusat telah menyampaikan imbauan kewaspadaan. Situasi konflik berpotensi memengaruhi jalur penerbangan internasional, termasuk rute menuju Arab Saudi.

“Ada arahan agar keberangkatan umrah dipertimbangkan untuk ditunda sementara waktu, mengingat risiko gangguan penerbangan bisa saja terjadi jika eskalasi konflik meningkat,” jelasnya.

Di PPU sendiri, hanya terdapat dua biro perjalanan umrah berizin resmi, salah satunya PT Aliston. Kemenhaj PPU secara berkala memantau perkembangan melalui biro-biro tersebut guna memastikan kondisi jemaah tetap aman dan terpantau.

Selain isu umrah, Andryan menyebut pihaknya juga tengah fokus pada tahapan persiapan haji reguler tahun ini.

Ia tidak menampik bahwa jika konflik berlangsung lama, dampaknya bisa meluas hingga aspek teknis penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami di daerah masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kanwil maupun pusat. Saat ini perhatian kami juga tertuju pada kesiapan operasional haji reguler agar tetap berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi terkini, Kemenhaj PPU menyarankan agar berkoordinasi langsung dengan Pelaksana Tugas Kepala Kantor.

Saat ini, Plt Kepala Kantor Kemenhaj dan Umrah PPU, Budi Sudatmaja, sedang melaksanakan tugas di Samarinda.

“Iya, saya lagi di jalan,” tutur Budi melalui pesan singkat WhatsApp.

Kendati demikian, pihak Kemenhaj mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu perkembangan resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan perjalanan umrah dan haji ke Arab Saudi. (Bey)

Share it:

Baca Juga