Seantero.id, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menunjukkan komitmennya dalam memperpendek jarak antara pemerintah dan rakyat. Melalui Kantor Wapres, ia membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluh kesah mereka. Hal ini ditegaskan kembali seusai melaksanakan salat isya dan tarawih pada malam kedua Ramadan di Masjid Al-Falah Manggarai di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini.
Dalam pertemuan santai bersama warga, sosok yang akrab disapa Mas Gibran ini mengungkapkan bahwa jenis aduan warga yang masuk sangat beragam. Masalah pendidikan mendominasi laporan yang diterima oleh timnya. Banyak masyarakat yang merasa terbantu setelah melaporkan kendala biaya sekolah yang menghimpit ekonomi keluarga mereka.
“Jadi warga biasanya ke kantor kami, mengeluh masalah apapun, (seperti) tebus ijazah, uang SPP-nya tidak bisa membayar, itu bisa diselesaikan di kantor kami, di Kebon Sirih,” kata Gibran sebagaimana keterangan yang diterima di Masjid Al-Falaah Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026) malam.
Selain membahas persoalan teknis di Kantor Wapres, Gibran juga membawa pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk ikut mendoakan pemimpin negara yang tengah melaksanakan tugas kenegaraan di kancah internasional.
“Salam hangat Bapak Ibu dari Bapak Presiden Prabowo. Saat ini beliau sedang bertugas di luar negeri. Kita doakan, semoga beliau sehat, panjang umur, dan diberikan kelancaran dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya di hadapan warga Manggarai.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah serap aspirasi secara langsung. Ketika mendengar keluhan spesifik dari pengurus lingkungan setempat mengenai kendala fasilitas wilayah, Gibran merespons dengan sigap dan berjanji akan melakukan pengecekan mendalam.
“Ini akan kami gali dulu Pak RW, dan kami akan coba carikan solusinya,” tegasnya dengan nada lugas.
Inisiatif jemput bola dan layanan pengaduan ini diharapkan menjadi oase bagi masyarakat yang seringkali bingung harus melapor ke mana saat menghadapi jalan buntu birokrasi. Dengan adanya pusat solusi di Kebon Sirih, Gibran berharap setiap kendala sosial di masyarakat dapat segera tertangani secara konkret dan transparan. (Sen)









