5 Negara yang Menolak Perayaan Hari Valentine, Ada India

Ilustrasi perayaan Hari Valentine (Dodi/seantero)

Seantero.id, JAKARTA – Sejumlah negara bersikap teguh dalam menolak perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day yang banyak dirayakan pada setiap tanggal 14 Februari.

Alasan penolakan diadakannya perayaan Hari Valentine tersebut beragam, mulai dari sebagai upaya menjaga kemurnian ajaran agama, memproteksi nilai budaya lokal setempat, hingga bentuk penolakan terhadap pengaruh budaya barat.

Dikutip dari berbagsi sumber, berikut sejumlah negara-negara di dunia yang menolak diadakannya tradisi Valentine Day atau Hari Kasih Sayang.

1. Pakistan

Pakistan termasuk dalam salah satu negara yang menolak keras perayaan Valentine Day yang umumnya dirayakan di negara-negara Eropa.

Otoritas regulasi media setempat dengan tegas melarang penyiaran iklan atau progran yang memprosikan perayaan tersebut, pemerintah Pakistan menilai Hari Kasih Sayang yang biasa dirayakan pada 14 Februari tersebut bertentangan dengan identitas nasional dan ajaran Islam.

2. Malaysia

Di Negeri Jiran ini, Asosiasi Pemuda Muslim Nasional pernah merilis sebuah dokumen sehari sebelum Hari Valentine yang menyarankan agar perempuan muslim di negara tersebut tidak menggunakan emotikon dalam pesan teks, menyederhanakan percakapan saat berkirim pesan, dan menghindari penggunaan parfum.

3. Arab Saudi

Arab Saudi menjadi negara berikutnya yang melarang perayaan tersebut. Di masa lalu mereka yang ingin merayakan Hari Kasih Sayang di negara tersebut terpaksa membeli mawar dari pasar gelap dengan harga yang sangat mahal.

4. India

Tidak hanya di negara muslim, India juga melarang perayaan yang identik dengan nuansa pink tersebut. Sejumlah partai di negara tersebut pernah mengkritik konsep perayaan tersebut dengan mengatakan bahwa tradisi yang dimaksud merupakan pengaruh buruk Barat terhadap budaya di negaranya.

5. Indonesia

Di Indonesia, sejumlah ulama menyampaikan larangan diadakannya perayaan Valentine atau Hari Kasih Sayang khususnya bagi remaja muslim di Tanah Air, dengan alasan bahwa tradisi tersebut bukan bagian dari tradisi agama Islam atau tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW.(Dd)

Share it:

Baca Juga