Wabup Muin Hadiri Musda II LPAP, Tekankan Sinergi Adat dan Pemerintah

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. (Prokopim PPU)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong penguatan peran lembaga adat melalui Musyawarah Daerah (Musda) II Laskar Pertahanan Adat Paser (LPAP) yang digelar di Aula Lantai I Kantor Bupati PPU, Kamis (12/2/2026).

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut Musda menjadi ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah gerak LPAP ke depan.

Menurutnya, lembaga adat memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai budaya Paser di tengah arus pembangunan dan modernisasi yang terus bergerak cepat.

“LPAP bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, tetapi memiliki tanggung jawab dalam menjaga marwah dan identitas budaya Paser,” kata Waris dalam sambutannya.

Ia menilai Musda II bukan hanya agenda rutin lima tahunan, melainkan forum evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya serta momentum menyusun program kerja yang lebih terarah dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Waris juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat musyawarah mufakat dalam proses pemilihan ketua dan pengurus baru. Ia menegaskan bahwa dinamika perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi organisasi, namun harus tetap dilandasi nilai persatuan.

“Perbedaan itu wajar, tetapi jangan sampai mengikis kebersamaan. Tetap junjung tinggi nilai adat dan kekeluargaan,” pesannya.

Lebih lanjut, ia berharap proses pemilihan berjalan tertib dan transparan serta tetap mengacu pada norma dan kearifan lokal Paser. Kepengurusan yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi teladan serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Waris turut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan lembaga adat. Sinergi tersebut dinilai penting guna menciptakan stabilitas sosial sekaligus memastikan pembangunan daerah tetap berpijak pada nilai budaya.

“Pembangunan tidak boleh lepas dari akar budaya. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mewujudkan PPU yang aman, damai, dan tetap kompetitif tanpa meninggalkan jati diri,” tutupnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga