Sah! Fadli Zon Raih Gelar Profesor Kehormatan, Dorong Indonesia Jadi Pusat Peradaban Dunia

Menbud Fadli Zon raih gelar Profesor Kehormatan (detik.com)

Seantero.id, JAKARTA – Sosok politisi senior sekaligus Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, resmi mencatatkan prestasi gemilang di dunia akademik. Ia baru saja dianugerahi gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) oleh Universitas Nasional (Unas). Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi dan kontribusi pemikirannya yang luas dalam bidang politik kebudayaan di Indonesia.

Dalam prosesi pengukuhan tersebut, Fadli menyampaikan orasi ilmiah yang sangat mendalam mengenai kaitan erat antara identitas bangsa dan arah kemajuan negara. Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk kembali menjadi pusat peradaban dunia melalui kekuatan budayanya. Bagi Fadli, kekayaan tradisi dan kemajemukan yang dimiliki tanah air bukanlah beban, melainkan aset strategis dalam diplomasi internasional.

Gelar ini diberikan karena Unas menilai Fadli telah banyak berperan dalam pelestarian sejarah serta penguatan literasi kebudayaan. Sebagai seorang politisi yang juga dikenal sebagai kolektor artefak sejarah, pandangannya dinilai mampu memberikan warna baru bagi kebijakan publik yang berbasis nilai-nilai lokal namun tetap relevan di mata global.

Momen haru sekaligus bangga tersebut terekam jelas dalam pidato kebudayaannya yang berbobot. “Benang merah pemikiran ini menegaskan bahwa kebudayaan merupakan infrastruktur makna yang menopang politik, menentukan nilai, identitas, dan legitimasi kekuasaan. Dalam kerangka tersebut, mega-diversity Indonesia bukan sekadar fakta demografis, melainkan episteme politik kebudayaan yang membentuk imajinasi kebangsaan,” kata Fadli Zon dalam orasinya di Auditorium Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Selain menyoroti aspek struktural, ia juga menyinggung tentang esensi sejati dari keberagaman Indonesia yang sering menjadi perhatian dunia. Ia berpendapat bahwa inklusivitas adalah kunci utama dalam membangun persatuan yang solid. “Prinsip Bhinneka Tunggal Ika menegaskan bahwa persatuan Indonesia bukan hasil penyeragaman identitas, melainkan lahir dari kesadaran kolektif untuk hidup bersama dalam satu komunitas kebangsaan yang inklusif,” jelasnya.

Dengan gelar profesor ini, diharapkan visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban dunia semakin mendapat dukungan luas. Langkah nyata Fadli dalam menyatukan narasi politik dan kebudayaan dipandang sebagai oase bagi pengembangan sumber daya manusia yang bangga akan jati diri bangsanya di tengah persaingan global yang semakin ketat. (Sen)

Share it:

Baca Juga