Seantero.id, PENAJAM – Moda transportasi air tradisional klotok masih menjadi andalan warga Penajam Paser Utara (PPU) untuk menyeberang ke Kota Balikpapan. Kepastian waktu keberangkatan dan biaya yang relatif terjangkau membuat klotok dinilai lebih praktis dibandingkan speedboat.
Sejumlah penumpang menilai penggunaan speedboat kerap terkendala waktu tunggu yang cukup lama. Hal itu disebabkan keberangkatan speedboat harus menunggu jumlah penumpang memenuhi kuota yang ditetapkan.
Rahman (31), warga Penajam, mengatakan kondisi tersebut sering dialaminya saat hendak menuju Kampung Baru maupun Pelabuhan Semayang di Balikpapan.
“Kalau pakai speedboat, sering kali harus menunggu lama. Ke Kampung Baru saja bisa menunggu sampai lebih dari satu jam karena harus menunggu penumpang penuh,” ujarnya, Minggu (8/2).
Menurutnya, rute menuju Pelabuhan Semayang juga menghadapi situasi serupa. Speedboat baru berangkat jika jumlah penumpang telah mencukupi.
“Biasanya harus menunggu sekitar enam orang dulu, baru speed-nya jalan,” kata Rahman.
Berbeda dengan speedboat, klotok dinilai memiliki jadwal keberangkatan yang lebih pasti. Tingginya jumlah penumpang, termasuk yang membawa sepeda motor, membuat klotok tidak perlu menunggu lama untuk berlayar.
“Klotok hampir selalu berangkat karena penumpangnya banyak. Ada yang menyeberang sambil membawa motor, ada juga penumpang biasa,” jelasnya.
Meski demikian, Rahman mengakui klotok memiliki kelemahan dari segi waktu tempuh. Perjalanan dengan klotok membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan speedboat.
“Kalau speedboat memang lebih cepat, sekitar 10 sampai 15 menit. Klotok bisa sampai setengah jam,” tuturnya.
Kendati demikian, bagi warga yang tidak diburu waktu dan mengutamakan kepastian keberangkatan serta penghematan biaya, klotok masih menjadi pilihan utama untuk menyeberang dari Penajam menuju Balikpapan.
“Makanya saya pilih naik klotok, selain murah juga tidak menunggu terlalu lama di pelabuhan, tetapi itu juga kembali ke kebutuhan masing-masing, harapannya segera ada regulasi yang jelas agar masyarakat lebih mudah dan nyaman,” tandasnya. (Bey)









