Seantero.id, JAKARTA – Di tengah banyaknya kritikan sejumlah pengamat terkait anggaran MBG yang dinilai terlalu fantastis, dalam acara Prasasti Economic Forum yang digelar di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, akhir Januari 2026 lalu. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy. Menjelaskan terkait pentingnya program tersebut.
Menteri PPN/Bappenas Kabinet Merah Putih di pemerintahan Presiden Prabowo tersebut mengklaim pernah diminta untuk membandingkan program MBG dengan lapangan pekerjaan.
Dalam jawabannya, Menteri PPN tersebut menerangkan bahwa MBG dan lapangan pekerjaan adalah hal yang sangat penting namun demikian ada yang lebih dinilai mendesak untuk di jalankan.
“Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? apakah MBG itu penting? Penting sekali. Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja?,” tuturnya.
“Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” ujarnya.
Ia pun menceritakan adanya masukan agar kiranya pemerintah dapat memberikan “kail” daripada sekedar memberikan makan gratis.
“Ada yang bilang, tolong kasih kail, janga ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati,” lanjutnya.
Menjawab hal tersebut dalam penjelasannya Rachmat merujuk pada fenomena kelaparan yang masih terjadi di sejumlah pelosok Tanah Air. Menurutnya, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah membangun infrastruktur sosial, dan salah satunya melalui MBG.
Sang menteri menegaskan bahwa program yang menjadi unggulan saat ini tersebut adalah program prioritas yang harus dieksekusi dengan baik.
Dalam acara tersebut Rachmat pun mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur sosial juga penting untuk dapat dilaksanakan.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah bagian pembangunan yang harus diselesaikan. Karena itu kalau kita bicara infrastruktur, mohon kita tidak dibatasi pada infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial,” imbuh Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy.(Dd)









