Lewat PDD ke-6, Sayid Muziburrachman Gaungkan Kesadaran Demokrasi

by

redaksi

DEMOKRASI. Anggota DPRD Kaltim, Sayid Muziburrachman, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-6 di Loa Janan, Kutai Kartanegara.
DEMOKRASI. Anggota DPRD Kaltim, Sayid Muziburrachman, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-6 di Loa Janan, Kutai Kartanegara. Foto: ist/seantero.id

Seantero.id – LOA JANAN – Demokrasi yang kuat tidak cukup hanya dengan pemilu lima tahunan. Ia butuh warga yang sadar hak dan paham kewajiban. Pesan inilah yang ditegaskan Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sayid Muziburrachman, saat menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-6 bertema “Hak dan Kewajiban Warga Negara” di Gang Abadi, Kilometer 4, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Jumat (18/7/2025).

Dalam kegiatan itu, Sayid mengajak masyarakat untuk lebih aktif memahami peran mereka sebagai warga negara dalam kehidupan demokrasi, termasuk di bidang ketenagakerjaan dan pembangunan.

“Demokrasi bukan hanya soal memilih wakil rakyat. Tapi juga soal partisipasi aktif warga dalam memahami peran dan tanggung jawabnya,” ujar Sayid yang akrab disapa Muzib.

Kegiatan ini turut menghadirkan Kepala Bidang Penempatan dan Perencanaan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kukar, Syarifah Rositah, sebagai narasumber utama. Hadir pula kepala dusun, sekretaris desa, ketua RT 5, RT 24, RT 33, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Dalam paparannya, Syarifah Rositah menyoroti pentingnya perlindungan tenaga kerja sebagai bagian dari hak dasar warga negara yang dijamin undang-undang. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai payung hukum utama yang mengatur hubungan antara pekerja dan perusahaan.

“Semua sudah diatur secara nasional. Perusahaan tidak bisa seenaknya membuat aturan sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengungkap komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelatihan kerja bagi masyarakat, yang difokuskan pada keterampilan praktis sesuai kebutuhan lapangan. Program ini dirancang bekerja sama dengan DPRD Kaltim.

“Bapak-bapak bisa dilatih mengelas atau perbengkelan. Ibu-ibu bisa ikut pelatihan memasak, menjahit, hingga pengolahan produk UMKM,” jelas Rositah.

Tak hanya pelatihan, peserta juga akan mendapat bantuan peralatan kerja agar keahlian yang diperoleh bisa langsung diterapkan secara mandiri.

Sayid Muziburrachman berharap kegiatan seperti ini terus digelar secara rutin. Menurutnya, demokrasi tidak akan hidup tanpa keterlibatan aktif masyarakat di tingkat akar rumput.(hen)

Share it:

Baca Juga