Hujan di Musim Kemarau, BPBD PPU Imbau Warga Siaga Banjir dan Angin Kencang

by

redaksi

PENAJAM – Fenomena kemarau basah mulai terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba mengguyur meski secara musim, seharusnya PPU tengah memasuki masa kering. Kondisi inilah yang mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi cuaca yang cepat berubah dari panas terik ke hujan lebat tak lagi menjadi kejutan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ini merupakan ciri khas kemarau basah, di mana curah hujan tetap tinggi meski berada di musim kemarau.

“Seperti yang disampaikan BMKG, ini khas dari kemarau basah, di mana dalam masa kemarau tetap terjadi hujan,” ujar Kepala BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro.

Dalam dua pekan terakhir, sejumlah bencana kecil tercatat terjadi akibat cuaca ekstrem. Genangan air dan banjir muncul di beberapa titik permukiman, disertai angin kencang yang merusak fasilitas. Kecamatan Sepaku menjadi wilayah dengan intensitas tertinggi, terutama di Kelurahan Karang Jinawi dan Bukit Subur.

Penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah pendangkalan aliran sungai. Material kayu, lumpur, dan sampah terbawa arus dan menyumbat jalur air, membuat luapan air tak terhindarkan.

“Banjir sering terjadi karena aliran sungai mengalami pendangkalan,” katanya.

BPBD meminta warga tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk berlangsung. Warga juga diminta aktif memantau informasi dari kanal resmi BMKG dan pemerintah setempat sebagai langkah mitigasi.

“Keselamatan tetap jadi prioritas. Kami berharap semua pihak bisa waspada dan bekerja sama dalam meminimalkan risiko bencana,” tutup Kuncoro. (Adv/Diskominfo PPU)

Share it:

Baca Juga