PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mulai menggulirkan gerakan ekonomi berbasis desa melalui program Koperasi Merah Putih. Setiap desa dan kelurahan ditargetkan memiliki koperasi sendiri pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah daerah tak ingin program ini berhenti di atas kertas. Yang dibangun bukan hanya struktur kelembagaan, tapi fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan PPU Margono Hadisutanto mengatakan bahwa tahapan awal dilakukan melalui musyawarah desa. Proses ini ditargetkan rampung paling lambat minggu kedua Juni.
“Semua desa dan kelurahan kami dorong untuk membentuk Koperasi Merah Putih” kata Margono, Kamis (22/5/25).
Setelah terbentuk, setiap koperasi akan diminta menyusun rencana usaha berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Pemerintah membuka ruang bagi sektor pertanian, kerajinan, olahan pangan, hingga jasa produktif.
Koperasi juga diharapkan mampu menjadi penyangga lapangan kerja lokal, terutama di desa-desa yang selama ini minim aktivitas ekonomi mandiri. Margono menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar alat distribusi bantuan, tapi harus tumbuh sebagai penggerak ekonomi.
“Dengan adanya koperasi di tiap desa dan kelurahan, peluang kerja juga akan tumbuh” tutupnya. (Adv/Diskominfo PPU)









