SPBU di Samarinda “Surga” Pengetap BBM, Mobil Bermuatan Jeriken Isi Pertalite Kembali Terbakar

by

redaksi

Samarinda "Surga" Pengetap BBM, Mobil Bermuatan Jeriken Isi Pertalite Kembali Terbakar
AKIBAT DIBIARKAN. Mobil pengetap yang memuat jeriken berisi Pertalite untuk kesekian kalinya terbakar. Kejadian itu membuktikan pengetap masih banyak berkeliaran dan bebas membeli Pertalite di SPBU, Rabu (26/2/2025). Foto : fal / seantero.id

Seantero.id – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Samarinda menjadi “surga” bagi pengetap Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Pertalite, karena faktanya masih banyak pengetap berkeliaran meski belum genap dua bulan sudah dua kali peristiwa mobil memuat Pertalite terbakar.

Seolah ada pembiaran, insiden terbakarnya mobil pengetap akhirnya kembali terulang untuk ketiga kalinya pada Rabu (26/2/2025) Pukul 21.15 WITA.
Kali ini mobil bermuatan jeriken berisi Pertalite itu terbakar di dalam area SPBU Nomor : 64.751.025 di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota.

Mobil yang terbakar itu Toyota Agya warna kuning yang menggunakan nopol palsu KT 1191 IB. Mobil mini itu diketahui memuat 7 jeriken masing-masing kapasitas 30 liter yang full berisi  Pertalite.

Insiden itu menambah PR Polresta Samarinda dan Polsek jajaran, karena belum membeberkan hasil penyelidikan dan penyidikan dua insiden serupa yang terjadi 23 Januari 2025 di Jalan Sultan Sulaiman (jalur pendekat Mahkota II), Sambutan, dan kejadian kedua di Jalan Rapak Indah, Sungai Kunjang, Sabtu (1/2/2025) lalu.

Informasi yang dihimpun tim seantero.id mobil pengetap yang terbakar itu teridentifikasi bernopol KT 1196 IB atas nama Roni, yang beralamatkan di Jalan Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang. Mobil itu terbakar ketika sedang melakukan pengisian Pertalite.

Samarinda "Surga" Pengetap BBM, Mobil Bermuatan Jeriken Isi Pertalite Kembali Terbakar
BUKTI NYATA. Deretan jeriken kapasitas 30 liter berisi Pertalite yang sempat terbakar.
Foto : fal / seantero.id

Abdul Rohman (25), operator SPBU yang melayani pengisian Pertalite mobil pengetap itu mengaku tak mengenal dengan sopir mobil yang dilayaninya. “Saya tidak kenal,” tegasnya.

Anehnya meski mengaku tak kenal, Abdul Rohman menyebut sopir mobil pengetap BBM itu adalah langganan.“Gak ada ngecek barcode. Biasa juga gak dicek (barcode), karena langganan. Saat kejadian mobil itu isi Rp 300 ribu,” jawab Abdul Rohman, yang diamankan di Polsek Samarinda Kota pasca insiden terbakarnya mobil tersebut.

Terbakarnya mobil pengetap itu memicu kepanikan sekaligus membuyarkan antrean BBM di SPBU. Kobaran api yang dengan cepat membesar membuat kendaraan yang sedang menunggu giliran pengisian berhamburan keluar area SPBU.

Beberapa operator pengisian BBM segera mengambil alat pemadam api ringan (APAR) khusus berukuran besar untuk segera memadamkan api yang sudah melahap bagian dalam mobil.

Sejumlah video terbakarnya mobil pengetap itupun tersebar melalui pesan berantai WhatsApp grup, yang langsung direspons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda.

Rudiansyah, Komandan Regu (Danru) Posko 1 Regu 3 Disdamkarmat Samarinda mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi terbakarnya mobil begitu mendapat laporan.“Kami datang melakukan pendinginan bagian dalam dan luar mobil untun memastikan tidak ada api yang masih menyala, karena ketika kami datang api sudah dipadamkan dengan menggunakan APAR,” jelas Rudiansyah.

Disela menyemprotkan air ke bagian dalam mobil, Rudiansyah dan timnya membenarkan melihat 7 jeriken yang diletakan di kursi penumpang baris kedua.“Yang kami lihat ada tujuh jeriken dan sempat terbakar. Saat kami datang pengemudinya sudah tidak ada dan pada saat penanganan tidak ada korban jiwa,” kuncinya.(fal)

Share it:

Baca Juga