KPK Main ke Rumah Mewah AFI Hingga Dini Hari, Pulangnya Bawa Tiga Koper

by

redaksi

KPK Main ke Rumah Mewah AFI Hingga Dini Hari, Pulangnya Bawa Tiga Koper - seantero.id
Rombongan penyidik KPK bersiap keluar usai menggeledah rumah AFI. oce/seantero.id

Seantero.id – Kota Samarinda sepertinya sedang menjadi incaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena kenyataanya lembaga anti rasuah itu kembali datang ke Ibu Kota Provinsi Kaltim yang menjadi penyanggah Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (23/9/2024).

Satu tim yang berjumlah sekira 7 orang dengan mengenakan rompi khas berwarna krem bertuliskan KPK itu diperkirakan sudah ada sejak Pukul 20.00 Wita di rumah mewah dua lantai Nomor 18 di Jalan Sei Barito, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota yang persis berada di belakang Kantor DPRD Kota Samarinda.

Mereka datang dengan menumpang tiga mobil dan dikawal satu mobil polisi jenis sedan yang diyakini merupakan kendaraan patroli Direktorat Samapta Polda Kaltim.

Rumah yang berada persis di sudut persimpangan itu adalah milik Awang Faroek Ishak (AFI), mantan Gubernur Kaltim ke 9 yang berkuasa dari 2008 hingga 2018.

KPK berada di rumah itu kurang lebih sekira lima setengah jam. Dan baru keluar dari rumah pria kelahiran Tenggarong 76 tahun silam itu pada Selasa dini hari (24/9/2024) Pukul 01.30 Wita, dengan turut serta membawa tiga koper yang berisi hasil penggeledahan.

Tak ada sepatah kata pun yang disampaikan KPK ketika keluar melalui pintu dan gerbang utama rumah. Mereka terus berjalan dan menaiki mobil lalu berlalu pergi begitu saja.

Tidak hanya KPK yang diam seribu bahasa. Awalnya perwakilan pihak keluarga, Irma Suryani juga enggan menanggapi pertanyaan awak media yang sedari tadi telah memantau dari luar rumah tepatnya di seberang jalan.

“No coment ya saya ya,” kata Irma.

“Nanti tunggu aja lah ya,” tambahnya.

Meski begitu Irma tetap membenarkan jika yang datang ke kediaman AFI itu adalah KPK.

“Iya benar. Banyak yang datang (penyidik KPK),” ucapnya.

Namun setelah itu Irma enggan berkomentar lebih jauh lagi dan kembali meminta agar awak media menunggu peryataan resmi yang dikeluarkan KPK perihal penggeledahan itu.

“Nanti aja ya. Nanti,” kuncinya.(oce)

Share it:

Baca Juga