Seantero.id, JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. Menanggapi serius maraknya kejadian dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah di tanah air, yang hingga kini korbannya mencapai total lebih dari 50 ribu orang.
Secara terbuka, Mahfud MD. Mengatakan bahwa carut marut program MBG saat ini sebagai sebuah “bencana berkelanjutan” yang mencelakakan generasi penerus bangsa.
“Ini kecelakaan yang berkelanjutan dan kalau berkelanjutan sampai 50 ribu hanya dalam beberapa bulan ini, itu artinya kesengajaan,” ujar Mahfud MD.
Ia tidak menampik, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini, Sudaryono. Sosok yang dinilai cakap.
Namun demikian, kecakapan Sudaryono dinilainya seolah lumpuh karena tersandra oleh warisan sistem kontrak masa lalu yang ditengarai sarat celah korupsi.
Ia pun mengungkap realita yang dianggap tidak masuk akal, di mana satu dapur dipaksa menyediakan hingga 2000 porsi makanan dalam setiap harinya untuk program tersebut.
Mahfud MD mempertanyakan empati negara, terkait nasib para generasi penerus bangsa, di tengah kejadian dugaan keracunan menu program tersebut yang terus terjadi.
“Pemerintah harus mengambil risiko untuk menanggung rugi. Daripada dibiarkan tapi bermasalah terus, satu ruginya terus berkembang, ancaman keracunan akan terus terjadi,” katanya.
Dalam komentarnya, mantan Menko Polhukam Mahfud MD mendorong peralihan sistem MBG menjadi Dapur Berbasis Sekolah dan Desa. (Dd)









