Seantero.id, PENAJAM – RSUD Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperluas kapasitas pelayanan rawat jalan dengan menambah enam ruang poliklinik sepanjang 2026.
Penambahan tersebut membuat jumlah ruang poliklinik di rumah sakit daerah itu kini mencapai sekitar 19 ruangan. Sebelumnya, RSUD Aji Putri Botung hanya memiliki sekitar 13 ruang poliklinik.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU yang juga Direktur RSUD Aji Putri Botung, Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan tambahan ruang tersebut dibutuhkan untuk mengatasi keterbatasan tempat praktik dokter.
“Poliklinik sebelumnya kalau tidak salah ada 13, sekarang tambah enam ruangan, sekitar 19,” kata Lukasiwan, Minggu (30/8).
Selama ini, keterbatasan ruang membuat sejumlah dokter harus mengatur jadwal praktik secara bergantian. Dengan bertambahnya ruangan, rumah sakit memiliki ruang lebih luas untuk mengatur pelayanan secara bersamaan.
“Harapannya, dokter-dokter kita yang selama ini kalau praktik harus gantian karena ruangnya terbatas, sekarang mungkin bisa praktik bareng. Sehingga pembatasan pasien itu bisa ada solusinya dengan adanya poliklinik baru,” jelasnya.
Pengembangan kapasitas pelayanan RSUD Aji Putri Botung tidak hanya dilakukan melalui penambahan ruang poliklinik. Rumah sakit juga terus melengkapi fasilitas penunjang medis, termasuk Cath Lab untuk mendukung pelayanan intervensi jantung dan CT Scan.
Menurut Lukasiwan, keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan rumah sakit dalam meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat PPU.
Dari sisi tenaga kefarmasian, ia memastikan peningkatan kapasitas pelayanan tidak menjadi kendala. Ketersediaan tenaga farmasi di RSUD Aji Putri Botung dinilai masih mencukupi untuk mendukung pelayanan.
“Insyaallah enggak. Tenaga farmasi kita tersedia semua. Tenaga farmasi kita minimal S1 Farmasi, tapi kebanyakan adalah apoteker. D3-nya sedikit,” ujarnya.
Dengan tambahan enam ruang tersebut, manajemen rumah sakit berharap praktik dokter dapat berlangsung lebih optimal. Kapasitas pelayanan pun diharapkan meningkat sehingga pembatasan jumlah pasien akibat keterbatasan ruang praktik dapat dikurangi. (Adv)









