Pemkab PPU Pastikan Perluasan Jaringan Air Bersih Dilakukan Bertahap

Mudyat Noor, Bupati PPU. (Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan pengembangan jaringan perpipaan untuk pelayanan air bersih akan terus dilakukan secara bertahap.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan layanan hingga wilayah yang saat ini belum terjangkau jaringan.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan pengembangan jaringan air bersih menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

Pembangunan tidak hanya dilakukan di wilayah yang saat ini tengah mendapatkan proyek, tetapi akan dilanjutkan ke daerah lain sesuai kemampuan anggaran dan ketersediaan air baku.

“Memang untuk komitmen pemerintah daerah dalam hal pembangunan jaringan ini juga menjadi perhatian kita. Jadi semaksimal mungkin dan diupayakan tiap tahunnya itu untuk pembangunan jaringan-jaringan yang memang belum ter-cover,” ujar Mudyat, Senin (7/9).

Sejumlah pembangunan jaringan perpipaan yang berlangsung pada 2026 disebut akan memperluas cakupan pelayanan.

Di antaranya pengembangan jaringan di wilayah Petung yang juga menyasar Giripurwa, pembangunan jaringan di Babulu Darat dan Labangka Barat, serta pembangunan reservoir di wilayah Babulu.

Untuk pengembangan jaringan di wilayah Petung dan Giripurwa, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar. Sementara pembangunan jaringan perpipaan di Babulu Darat dan Labangka Barat memiliki panjang sekitar 11.600 meter.

Selain itu, terdapat pembangunan reservoir dan jaringan perpipaan di wilayah Babulu dengan nilai sekitar Rp3 miliar. Pekerjaan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih masyarakat di wilayah tersebut.

Mudyat menegaskan pembangunan jaringan akan terus menjadi program yang diperhatikan pemerintah daerah pada tahun-tahun berikutnya. Wilayah yang belum mendapatkan akses jaringan akan menjadi bagian dari sasaran pengembangan secara bertahap.

“Komitmennya tiap tahun itu mesti ada yang mau kita tambah jaringannya dan tentu yang di wilayah-wilayah yang memang belum ter-cover tadi,” katanya.

Namun, perluasan jaringan perpipaan tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan air baku. Pemerintah daerah perlu memastikan sumber air yang tersedia mampu mendukung pengembangan sistem penyediaan air bersih.

Karena itu, PPU juga terus mendorong percepatan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional maupun lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan air baku.

“Pengembangan jaringan perpipaan ini juga kita upayakan selaras dan sejalan dengan ketersediaan air baku,” jelas Mudyat.

Dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan ketersediaan sumber air, pemerintah berharap cakupan pelayanan air bersih di PPU terus meningkat dan wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan dapat memperoleh layanan pada tahapan pembangunan berikutnya. (Adv/Bby)

Share it:

Baca Juga