Seantero.id, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. Mengungkap kemungkinan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk turut digunakan mendanai saldo awal pembuatan rekening bagi masyarakat di tanah air.
Menurut Menkeu Purbaya, pembukaan rekening untuk maayarakat di Indonesia tersebut merupakan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden menugaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai penyedia rekening bagi masyarakat di tanah air.
Pemerintah akan menyiapkan anggaran Rp 11 triliun untuk mendukung rencana pembukaan rekening bank secara massal bagi masyarakat di Indonesia. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu menerangkan bahwa program tersebut menyasar lebih dari 200 juta masyarakat, dengan dana pembukaan Rp 50 ribu untuk masing-masing rekening.
Dalam tanggapannya, Menkeu menyebut penggunaan APBN sebagai saldo awal rekening bagi masyarakat masih dimungkinkan, kebutuhan anggaran untuk program tersebut menurutnya dinilai tidak terlalu besar.
“Mungkin ya, kan kalau Rp 50 ribu kali sekian, enggak banyak-banyak amat lah kalau saya lihat,” ujarnya, 9 September 2026.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran dimaksud dapat dialokasikan dari cadangan belanja pemerintah. (Dd)









