Disdikpora PPU Perkuat Kompetensi Guru Lewat Bimtek Literasi dan Numerasi

Pelatihan kompetensi guru. (Ist)

Seantero.id, PENAJAM – Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus didorong melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.

Sekolah juga diarahkan memanfaatkan data Rapor Pendidikan sebagai dasar menentukan langkah perbaikan mutu pembelajaran.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Durajat, mengatakan kemampuan literasi dan numerasi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Karena itu, peningkatan kompetensi guru melalui bimbingan teknis (Bimtek) perlu dilakukan agar kemampuan tersebut dapat diterapkan secara lebih efektif di sekolah.

“Literasi dan numerasi ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Jadi bukan hanya bagaimana anak bisa membaca atau menghitung, tetapi bagaimana kemampuan itu bisa diterapkan dalam berbagai mata pelajaran dan kehidupan sehari-hari,” ujar Durajat, Sabtu (5/9).

Menurutnya, penguatan kapasitas guru juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Sekolah dapat melihat hasil capaian melalui Rapor Pendidikan untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.

“Rapor Pendidikan bisa kita manfaatkan untuk melihat kondisi sekolah, kemudian dari situ kita identifikasi apa yang menjadi masalah dan kita susun langkah tindak lanjut sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” katanya.

Materi pengembangan yang diberikan dalam bimtek literasi dan numerasi BPMP Kaltim antara lain konsep dasar literasi dan numerasi, strategi pembelajaran literasi pada berbagai mata pelajaran, penerapan numerasi dalam kehidupan sehari-hari, serta penyusunan asesmen.

Durajat menilai hasil pembelajaran juga perlu dianalisis secara berkala. Dengan begitu, sekolah dapat mengetahui akar persoalan apabila masih ditemukan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik yang rendah.

“Harapannya guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu menganalisis hasil belajar dan menentukan intervensi yang tepat. Jadi program yang dibuat benar-benar berdasarkan kebutuhan sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekolah didorong menyusun strategi tindak lanjut berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Praktik baik pembelajaran literasi dan numerasi juga diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Pada akhirnya yang kita harapkan adalah pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual dan berpusat pada peserta didik,” pungkasnya. (Adv/Bby)

Share it:

Baca Juga