Fasilitas Dilengkapi, Layanan RSUD RAPB Disiapkan Tak Sekadar Seremoni

Layanan RSUD RAPB mulai dilengkapi. (Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan persiapan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian sebelum layanan di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) diluncurkan.

Sejumlah kebutuhan penunjang pelayanan terus dilengkapi. Persiapan tersebut tidak hanya menyangkut kondisi gedung, tetapi juga berbagai peralatan dan fasilitas pendukung yang dibutuhkan agar layanan dapat langsung berjalan setelah diresmikan.

“Dirapi-rapihin, kan alat-alat kan bukan hanya masalah gedungnya, meja, kursi, komputer, AC, kamera CCTV, kan gitu, layar monitor. Nah, itu kan kita lengkapi,” ujar Lukasiwan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) sekaligus Direktur RSUD RAPB, pada Selasa (8/9).

Ia menegaskan, peluncuran layanan sebaiknya dilakukan ketika seluruh kebutuhan telah benar-benar siap. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menyaksikan seremoni peresmian, tetapi dapat langsung memperoleh pelayanan.

“Karena saya maunya di-launching ya harus segera berfungsi, jangan di-launching hanya seremoni. Habis di-launching masih belum buka. Nanti kalian nanya-nanya saya lagi. Jadi lebih baik launching-nya belakangan tetapi begitu di-launching memang sudah siap untuk melayani. Kalau saya begitu lah,” katanya.

Dari sisi SDM, ia menyebut kebutuhan tenaga telah dipetakan. Pemerintah daerah juga telah membentuk tim percepatan untuk mendorong kesiapan layanan rumah sakit.

“Insyaallah sih. Sudah kita petakan. Kan sudah ada tim percepatan. Saya bentuk tim percepatan untuk segera diresmikan lah bahasanya. Ada tim percepatannya,” jelasnya.

Selain memastikan kesiapan fasilitas, tim tersebut juga diarahkan untuk menjawab persoalan antrean pasien BPJS serta keterbatasan ruang praktik rawat jalan.

Menurutnya, penataan layanan nantinya diharapkan dapat memberikan ruang bagi dokter yang juga dapat melakukan praktik bersama, sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan.

“Namanya itu kan satu, dalam hal ini dokter yang juga bisa praktik bareng, kemudian untuk menjawab selama ini kan kekurangan ruang praktik rawat jalan,” tuturnya.

Upaya tersebut, lanjutnya, memiliki beberapa tujuan. Selain mengatasi keterbatasan ruang praktik, pengaturan layanan diharapkan dapat mengurangi antrean dan meningkatkan kapasitas pasien yang dapat dilayani setiap harinya sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

“Yang kedua juga untuk mengurangi antrean, ada persen ketiga adalah untuk menambah kapasitas pasien per harinya. Sesuai dengan aturan Kemenkes,” pungkasnya. (Adv/Bby)

Share it:

Baca Juga