Seantero.id, PENAJAM – Keterbatasan air bersih mulai dirasakan warga di tengah kondisi kemarau di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU pun menyalurkan puluhan ribu liter air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu.
Sebanyak 62 ribu liter air bersih didistribusikan kepada 456 kepala keluarga (KK) yang tersebar dari RT 1 hingga RT 15 desa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan pendistribusian dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tandon yang telah disiapkan masyarakat di masing-masing RT.
“Pendistribusian air bersih dilakukan ke masing-masing tandon yang telah disiapkan di setiap RT,” kata Nurlaila, Rabu (2/9).
Sebanyak 11 trip pengiriman dilakukan BPBD untuk mencapai total 62 ribu liter air. Air kemudian ditampung di sejumlah tandon agar dapat digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Nurlaila, pola distribusi melalui tandon dipilih agar air dapat diterima secara lebih terkoordinasi oleh warga di masing-masing lingkungan.
Bantuan tersebut sekaligus menjadi respons pemerintah terhadap berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau.
“Ke masing-masing tandon yang telah disiapkan di setiap RT,” ujarnya.
Dengan cakupan hingga 456 KK, kebutuhan air masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah selama kemarau. BPBD melakukan distribusi secara bertahap agar pasokan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan menurunnya debit sumber air, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat, termasuk air untuk aktivitas rumah tangga.
Pendistribusian air bersih menjadi langkah tanggap pemerintah untuk menjaga agar keterbatasan pasokan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
BPBD PPU juga terus melakukan penyaluran sesuai kebutuhan di wilayah yang terdampak kekurangan air.
Namun, distribusi menggunakan armada tangki pada dasarnya merupakan solusi sementara.
Jika musim kemarau berlangsung panjang, ketersediaan sumber air dan sistem penyediaan air yang lebih permanen tetap menjadi persoalan yang perlu disiapkan pemerintah.
“Ini hanya solusi sementara, agar masyarakat tidak terbatas air di musim kemarau ini,” tandasnya. (Adv/Bey)









