Gagasan Prabowo Terapkan Pelajaran Bahasa Asing Sejak SD Kelas 1, Dikritik DPR

Presiden Prabowo (YouTube: Sekretariat Presiden)

Seantero.id, JAKARTA – Gagasan Presiden Prabowo Subianto agar pelajaran bahasa asing dapat dipelajari sejak tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas 1, menjadi sorotan banyak pihak termasuk DPR RI.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Dalam tanggapannya mengatakan bahwa gagasan dari Presiden Prabowo yang mewajibkan sejumlah bahasa asing untuk dipelajari sejak dini adalah hal yang positif. Namun demikian pemerintah perlu juga mempertimbangkan minat dan ketertarikan siswa dalam menentukan bahasa yang akan dipelajari.

“Kalau menurut kami, tentu saja anak-anak dibiarkan untuk memilih ya, memilih apa yang mereka suka, passionnya ataupun interest dia bahasa apa,” ungkap Hetifah saat di area Gedung DPR RI, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, siswa sebaiknya dibiarkan bebas memilih bahasa yang akan dipelajari, sebagai bahasa kedua atau ketiga setelah bahasa daerah.

Pemerintah diharapkan membuat perencanaan secara matang jika benar-benar akan menerapkan pelajaran sejumlah bahasa asing sejak tingkat SD.

“Tentu saja ini tidak mudah ya, apalagi jika kita ingin mengajarkan semua. Nah itu yang harus secara cermat dan hati-hati kita buat perencanaanya,” tuturnya.

Tidak hanya itu, ia juga menyinggung terkait ketersediaan guru bahasa asing di tanah air saat ini yang dinilai masih terbatas.

Hetifah menegaskan, pemerintah perlu memastikan ketersediaan para tenaga pengajar atau guru, sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

“Yang hati-hati lagi tentu saja ketersediaan guru, jangankan bahasa asing, bahasa daerah pun banyak yang punah saat ini karena penuturnya tidak ada,” kata Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dalam komentarnya. (Dd)

Share it:

Baca Juga