Prabowo dan Gibran Tidak Duduk Berdampingan saat Sidang Kabinet, Istana Jelaskan Ini

Sidang Kabinet (Sekretariat Presiden)

Seantero.id, JAKARTA – Posisi duduk Presiden Prabowo dan (Wakil Presiden) Wapres Gibran Rakabuming yang tidak  berdampingan saat Sidang Kabinet Paripurna menjadi sorotan banyak pihak, tidak sedikit di antaranya yang mempertanyakan hal tersebut.

Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Prabowo dan Gibran tidak bersebelahan saat Sidang Kabinet tersebut.

“Beliau (presiden) ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya telepromter,” ungkapnya.

Mensesneg menerangkan keperluan teknis tersebut menjadi salah satu alasan perubahan tata letak tempat duduk presiden dengan wapres.

Prasetyo memastikan tidak ada kepentingan lain yang perlu dikhawatirkan publik terkait perubahan tempat duduk presiden dan wakilnya saat sidang.

“Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata,” jelas Prasetyo.

“Tidak ada hal-hal yang mungkin perlu dikhawatirkan,” lanjutnya memastikan.

Diketahui, saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 20 Juli 2026, yang dihadiri pada menteri, kepala lembaga, hingga utusan khusus, Prabowo terlihat tidak duduk berdampingan dengan Gibran Rakabuming, meja presiden ditempatkan di bagian tengah menghadap seluruh anggota kabinet dan juga wapres yang duduk dengan formasi huruf U.(Dd)

Share it:

Baca Juga